- Home
- Indragiri Hilir
- Selasa Vaksinasi Hari Pertama, Tidak Ada Target Jumlah Hewan
Wardan Minta Dinas Gerak Cepat, Libatkan Babinkamtibmas dan Babinsa
Selasa Vaksinasi Hari Pertama, Tidak Ada Target Jumlah Hewan

SURATKABARGENTA.ID (PEKANBARU) - Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan dan Dinas Kesehatan gerak cepat melakukan edukasi dan vaksinasi pada hewan peliharaan. Itu setelah tersiar kabar satu warga Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, meninggal karena digigit anjing yang menderita rabies, pekan lalu.
"Saya tegaskan kepada dinas terkait untuk dapat melakukan vaksinasi bekerja sama dengan Babinkamtibmas dan Babinsa, untuk memasifkan edukasi mengenai penyebaran virus rabies kepada masyarakat," tegas Wardan, Selasa (25/7).
"Saya juga minta warga waspada," lanjut Wardan.
Wardan berharap agar masyarakat secara aktif melaporkan kepada petugas kesehatan apabila mengetahui ada kasus gigitan anjing. Warga diminta langsung melapor ke petugas kesehatan di puskesmas terdekat.
"Saya harapkan peran aktif masyarakat untuk dapat sesegera mungkin melapor kepada petugas kesehatan atau ke puskesmas terdekat jika melihat ataupun diserang oleh anjing," tegas Wardan.
Rabies adalah infeksi virus yang menyerang otak dan sistem saraf manusia dengan cara penularan melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, musang, kelelawar, monyet dan hewan lainnya.

Lakukan Vaksinasi
Sementara itu, tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau telah berada di Inhil. Seperti disampaikan Kabid Kesehatan Hewan DPKH Riau, drh Faralinda Sari, tim sudah melakukan sosialisasi tentang penyakit rabies dan bagaimana menyikapinya.
"Kemarin (Senin, 24/7/2023) masih dalam tahapan sosialisasi. Jadi vaksinasinya dilaksanakan hari ini," tuturnya drh Fara pada Selasa (25/7/2023) di Pekanbaru.
Dia menambahkan, masyarakat perlu dibekali informasi yang cukup mengenai pentingnya vaksinasi terhadap hewan peliharaan. Fara mengungkapkan pula, tidak ada target jumlah hewan peliharaan yang harus divaksinasi. Mereka hanya mengimbau agar masyarakat mau membawa hewan peliharaannya.
"Secara geografis, lokasi di Inhil itu juga sulit. Sejauh ini kami tak menetapkan target, namun yang pasti semua hewan ternak kami harapkan bisa divaksin," kata Fara.
"Terutama anjing-anjing penjaga kebun yang dipelihara masyarakat," tuturnya.(mdc/zed)

















