Pekanbaru

PB Djarum Buka Jalan Atlet Sumatera, Audisi Perdana di Pekanbaru Diserbu 306 Peserta

Nasional Rabu, 08 Juli 2026 - 13:04 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
PB Djarum Buka Jalan Atlet Sumatera, Audisi Perdana di Pekanbaru Diserbu 306 Peserta

Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru membuka kesempatan lebih luas bagi atlet muda Sumatera untuk mengikuti pembinaan menuju level nasional. (Dok PB Djarum)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Kesempatan atlet muda dari Pulau Sumatera untuk menembus pembinaan PB Djarum kini semakin terbuka. Tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kudus sejak awal, karena Audisi Umum PB Djarum 2026 hadir di Pekanbaru sebagai salah satu titik pencarian bakat di wilayah barat Indonesia.

Selama lima hari, 8–12 Juli 2026, GOR Angkasa Pekanbaru menjadi arena pembuktian ratusan pebulu tangkis muda yang datang dari berbagai provinsi. Mereka memperebutkan kesempatan mengikuti pembinaan menuju level yang lebih tinggi melalui program beasiswa PB Djarum.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto mengatakan bahwa keputusan membawa audisi ke daerah didasari keinginan untuk membuka akses yang lebih luas bagi calon atlet berbakat. Menurutnya, kualitas pemain tidak hanya lahir dari Pulau Jawa, sehingga proses pencarian talenta juga harus menjangkau daerah-daerah lain.

"Kami sengaja mendekat ke daerah supaya bisa melihat langsung potensi yang ada. Kami ingin menemukan bibit-bibit istimewa yang nantinya bisa menjadi bagian dari PB Djarum sehingga regenerasi bulu tangkis Indonesia terus berjalan," kata Sigit, Rabu (8/7/2026).

Ia menilai banyak atlet berbakat yang selama ini terkendala jarak maupun biaya ketika harus mengikuti seleksi di Pulau Jawa. Karena itu, PB Djarum memilih mendatangi daerah agar peluang yang dimiliki atlet muda menjadi lebih merata.

"Potensi tidak hanya ada di Pulau Jawa. Dengan kami datang ke sini, teman-teman di daerah mendapat kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka," katanya.

Pemilihan Pekanbaru juga bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai berada di posisi yang strategis sehingga lebih mudah dijangkau peserta dari berbagai wilayah Sumatera. Dengan demikian, atlet dari Aceh hingga Sumatera Selatan memiliki akses yang lebih dekat untuk mengikuti audisi.

"Kami ingin mempermudah mereka. Kalau harus datang ke Jawa tentu membutuhkan biaya lebih besar. Dengan audisi di Pekanbaru, mereka bisa lebih mudah berpartisipasi," jelas Sigit.

Antusiasme peserta pun cukup tinggi. Sebanyak 306 atlet dari 13 provinsi tercatat mendaftar mengikuti audisi. Dari jumlah tersebut, 181 peserta yang melakukan registrasi ulang berasal dari Riau. Selebihnya datang dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Sumatera Utara.

Perjalanan peserta menuju program beasiswa tidak berhenti setelah menjadi juara di Pekanbaru. Mereka terlebih dahulu harus melewati pertandingan penyisihan dengan sistem gugur sebelum berlanjut ke babak final. Pemenang setiap kategori memang berhak melaju ke tahap karantina di Kudus, tetapi peluang juga tetap terbuka bagi peserta lain yang dinilai memiliki kemampuan istimewa.

"Kami juga bisa memberikan super tiket kepada peserta yang mungkin sudah kalah, tetapi menurut tim pencari bakat memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan," ungkap Sigit.

Seluruh peserta yang lolos nantinya akan menjalani karantina selama satu bulan di Kudus bersama peserta terbaik dari Jakarta dan Makassar. Selama masa tersebut, kemampuan mereka akan terus dipantau sebelum diputuskan siapa yang benar-benar diterima sebagai penerima beasiswa PB Djarum.

"Masuk karantina bukan berarti langsung diterima. Dua minggu pertama ada evaluasi, kemudian dilanjutkan penilaian lagi sampai akhirnya diputuskan siapa yang bergabung dalam program beasiswa," jelasnya.

Dalam proses penilaian, tim pencari bakat tidak hanya melihat kemenangan di lapangan. Teknik bermain, penguasaan lapangan, daya juang, hingga postur tubuh menjadi bagian dari indikator yang dipertimbangkan dalam memilih atlet potensial.

Sigit juga memastikan kesempatan tidak tertutup bagi peserta yang belum berhasil di Pekanbaru. Mereka masih diperbolehkan mengikuti audisi di kota lain selama rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 berlangsung.

"Kalau belum berhasil di Pekanbaru, masih bisa mencoba lagi di Makassar ataupun Kudus. Yang penting terus belajar, jangan patah semangat, dan terus berjuang," tutupnya. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya