- Home
- Prov. Riau
- BEM Unri Realisasikan Program Bantuan Mahasiswa dengan Total Dana Rp60 Juta
Seputar Kampus
BEM Unri Realisasikan Program Bantuan Mahasiswa dengan Total Dana Rp60 Juta
BEM Universitas Riau menyerahkan bantuan berupa 20 unit sepeda, BLT, dan modal usaha kepada mahasiswa dalam kegiatan yang digelar di Warung Kopi Rimba, FISIP Unri, Rabu (22/7/2026). (Dok Ist/BEM Unri)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau menyalurkan 20 unit sepeda, Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp15 juta, serta bantuan modal usaha sebesar Rp14 juta kepada mahasiswa dalam kegiatan yang digelar di Warung Kopi Rimba, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Rabu (22/7/2026).
Presiden Mahasiswa BEM Unri, Muhammad Azhari mengatakan, program tersebut berawal dari sebuah gagasan yang sempat dianggap mustahil saat masa pencalonannya sebagai Presiden Mahasiswa.
"Awalnya ini hanya sebuah khayalan. Setahun yang lalu saya berpikir bagaimana caranya BEM bisa membantu mahasiswa, baik melalui bantuan uang maupun sepeda. Saat itu kami menyampaikan gagasan tersebut kepada publik ketika debat kampanye, namun banyak yang meragukan, bahkan menertawakannya," kata Azhari, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, melalui berbagai upaya dan dukungan dari sejumlah pihak, cita-cita tersebut akhirnya dapat direalisasikan. Selain membagikan 20 unit sepeda, BEM Unri juga menyalurkan BLT sebesar Rp15 juta dan bantuan modal usaha senilai Rp14 juta kepada mahasiswa yang membutuhkan.
Azhari menjelaskan, bantuan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari anggaran internal BEM. Keterbatasan dana organisasi mendorong pihaknya menggandeng berbagai mitra untuk mewujudkan program tersebut.
"Keuangan BEM tentu terbatas. Karena itu kami membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari senator DPD RI, alumni Universitas Riau, Rumah Sakit Unri, Pangdam I/Bukit Barisan, hingga dukungan dari internal BEM sendiri. Total dana yang terkumpul sekitar Rp60 juta," jelasnya.
Ia menyebut, tujuan utama kegiatan tersebut adalah menghadirkan BEM yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, tidak hanya sebatas menjalankan kegiatan seremonial.
"Kami ingin BEM hadir di tengah mahasiswa, menerima aspirasi mereka, sekaligus membantu kebutuhan mahasiswa yang memang membutuhkan," ujarnya.
"Mungkin belum bisa membantu semuanya, tetapi setidaknya dapat meringankan beban mereka. Untuk penerima BLT misalnya, masing-masing menerima sekitar Rp500 ribu yang diharapkan bisa membantu biaya kebutuhan, seperti membayar uang kos," tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, kata Azhari, program ini melibatkan sejumlah kementerian di bawah BEM Unri. Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa bertugas mendata mahasiswa yang membutuhkan bantuan, sedangkan Kementerian Ekonomi dan Kemitraan menjalin kerja sama dengan berbagai mitra.
Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai stakeholder, termasuk Dekan FISIP Unri yang memfasilitasi lokasi pelaksanaan, serta Wakil Rektor III Universitas Riau yang turut hadir memberikan dukungan moral.
Azhari berharap program tersebut dapat terus berlanjut pada periode berikutnya. Pihaknya menargetkan akan kembali menyalurkan bantuan serupa pada September atau Oktober mendatang apabila dukungan dari berbagai pihak tetap mengalir.
"Mudah-mudahan ini menjadi program berkelanjutan. Harapan kami, BEM Unri tidak hanya dikenal melalui kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dengan hadir dan membantu mahasiswa yang membutuhkan," pungkasnya. (MNC/SP)














