Batam, Kepulauan Riau

Bahas AI di Acara PHR, Aria Wiratama: AI Hanya Membantu, Kita yang Mengendalikan

Daerah Rabu, 11 Februari 2026 - 17:59 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Bahas AI di Acara PHR, Aria Wiratama: AI Hanya Membantu, Kita yang Mengendalikan

Pemimpin Redaksi Katadata.co,id Aria Wiratama mengupas tentang transformasi media di era AI dan pentingnya data jurnalistik (Dok suratkabargenta,id)

BATAM – Sebuah upaya mendukung kerja jurnalistik dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1.  Kegiatan bertajuk Media Gathering ini mengajak sejumlah wartawan dan media berlangsung di Harris Hotel, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (11/2/2026). Termasuk para pemenang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 lalu.

Sebanyak 32 orang para jurnalis yang berasal dari Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara diberikan berbagai pengetahuan tambahan. Terutama perkembangan yang terkait dengan Artificial Intelegence (AI)

Pemimpin Redaksi Katadata.co,id Aria Wiratama mengupas tentang transformasi media di era AI dan pentingnya data jurnalistik. Dia menyebut kemajuan dan perkembangan AI telah mengubah wajah media dan membantu memperkuat kerja-kerja jurnalistik.

‘’AI sangat membantu kerja media dalam pengolahan data dan penyajian. Tapi peran utama tetap pada penulis. Ini hanya sarana yang mengoptimalkan kerja-kerja jurnalistik,’’ sebutnya.

Materi ini mendapatkan perhatian banyak wartawan. Sebab, Aria banyak memberikan perkembangan terbaru tentang teknologi kekinian.

‘’Kini berkembang banyak data. Kita harus memverifikasi dengan bukti. Itu menjadi fordasi jurnalisme. Data membuat berita menjadi kontektual dan mampu memberikan penjelasan tentang persoalan yang ada,’’ lanjutnya.

Menariknya, dalam sesi ini Aria juga memberikan tunjuk ajar secara langsung mengenai pengolahan data yang bisa dilakukan secara langsung. Ini bisa diaplikasikan secara langsung dalam proses produksi berita dalam sebuah media.

‘’Data tak hanya mengukap fakta, tapi juga beri solusi,’’ lanjutnya.

Meski demikian Aria mewanti-wanti bahwa AI sebelum digunakan seorang wartawan juga harus paham dengan beberapa persoalan yang terjadi. Hal ini terkait banyaknya wartawan yang pasrah dengan hasil AI, tanpa membuat verifikasi dan memiliki background informasi tambahan.

‘’Jangan diserahkan semua kepada teknologi. AI membantu, kita yang mengendalikan. Pengetahuan apa yang kita cari. Dan ini perlu peningkatan pengetahuan wartawan,’’ lanjutnya. (HFS/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya