Siak, Riau

Hasil Positif, Uji Coba PHR di Sumur Libo Siak Produksi 1.274 Barel Minyak per Hari

Siak Selasa, 17 Februari 2026 - 11:06 WIB
Hasil Positif, Uji Coba PHR di Sumur Libo Siak Produksi 1.274 Barel Minyak per Hari

Sumur tersebut mampu menghasilkan 1.274 barel minyak per hari (BOPD) dan menjadi tambahan penting bagi produksi di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

SIAK – Memulai sebuah terobosan dan inovasi baru, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat hasil positif dari uji produksi perdana sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Riau. Sumur tersebut mampu menghasilkan 1.274 barel minyak per hari (BOPD) dan menjadi tambahan penting bagi produksi di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Capaian ini tergolong istimewa karena produksi awal menunjukkan 0 persen water cut, yang berarti minyak yang dihasilkan murni tanpa kandungan air. Hasil tersebut memperlihatkan potensi optimal dari reservoir yang dibuka pada pengeboran ini.

Secara teknis, sumur Libo SE #86 menyasar lapisan Top Menggala pada kedalaman 5.680 kaki dengan permeabilitas maksimum 2,2 Darcy. Untuk memaksimalkan produksi, PHR menerapkan sejumlah strategi, antara lain selective perforation guna memastikan aliran minyak berasal dari zona paling prospektif.

Selain itu, dilakukan optimasi penggunaan pompa listrik rendam (electric submersible pump/ESP) dengan laju rendah sesuai karakteristik sumur. PHR juga memasang kombinasi Advanced Gas Handler (AGH) di pompa bawah permukaan dan gas separator di fasilitas permukaan untuk menjaga stabilitas aliran dalam kondisi kandungan gas tinggi.

General Manager Zona Rokan Andre Wijanarko mengatakan, keberhasilan ini menunjukkan Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“Dengan inovasi teknologi dan kerja keras tim, kami optimistis potensi di WK Rokan dapat terus dimaksimalkan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

PHR saat ini melanjutkan pengeboran sumur Libo SE #88 di wellpad yang sama. Selain itu, terdapat empat sumur infill tambahan yang direncanakan untuk memperkuat produksi di area Libo SE. Pengeboran ini melibatkan kolaborasi lintas fungsi, termasuk tim SSDP, DWI, PTE, P&O, serta Land-CorSec.

Sebagai anak usaha Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PHR mengelola WK Rokan sejak 9 Agustus 2021 hingga 2041. Wilayah seluas sekitar 6.200 kilometer persegi itu mencakup tujuh kabupaten/kota di Riau, dengan 80 lapangan aktif dan sekitar 11.300 sumur. WK Rokan saat ini berkontribusi sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional. (FSY/SP)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment