Seputar Kampus
SMPN 4 Siak Hulu Menuju Smart School, Unri Kenalkan Teknologi IoT di Ruang Kelas
Guru SMP Negeri 4 Siak Hulu mengikuti pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi Smart Classroom berbasis IoT dari tim PKM Unri. (Dok IKA Unri)
SURATKABARGENTA.ID, KAMPAR — Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) mulai diterapkan untuk mendukung pengelolaan ruang kelas di SMP Negeri 4 Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri) menghadirkan sistem Smart Classroom melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Program bertajuk “Pemberdayaan SMP Negeri 4 Siak Hulu melalui Penerapan dan Pendampingan Teknologi IoT untuk Mendukung Pengelolaan Lingkungan dan Fasilitas Sekolah” tersebut dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan teknologi, tetapi juga meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam memanfaatkannya.
Dalam penerapannya, tim PKM memperkenalkan perangkat Smart Classroom berbasis ESP8266 yang dilengkapi sejumlah sensor. Perangkat tersebut dapat memantau suhu, kelembapan, intensitas cahaya, hingga keberadaan pengguna di dalam ruang kelas.
Informasi yang dikumpulkan sensor kemudian dapat ditampilkan melalui LCD dan dipantau menggunakan aplikasi secara real-time. Sistem juga dilengkapi modul relay yang memungkinkan lampu kelas dikendalikan secara otomatis maupun manual.
Teknologi tersebut diharapkan membantu sekolah melakukan pemantauan kondisi ruang kelas dengan lebih cepat dan efisien. Data yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan fasilitas serta penggunaan energi listrik.
“Melalui penerapan IoT ini, kami ingin memperkenalkan kepada sekolah bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi ruang kelas secara lebih efektif. Tidak hanya perangkatnya, guru dan siswa juga kami dampingi agar memahami cara kerja serta pemanfaatannya,” ujar tim PKM Unri.
Selain penerapan perangkat, kegiatan diisi dengan pelatihan dan pendampingan bagi guru serta siswa. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar IoT, fungsi setiap komponen, cara kerja sensor, hingga pengoperasian sistem Smart Classroom.
Guru dan siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis. Mereka juga diajak melihat langsung cara kerja perangkat dan melakukan praktik pengoperasian sehingga diharapkan mampu menggunakan teknologi tersebut secara mandiri.
Untuk mengetahui dampak pelatihan terhadap pemahaman peserta, tim melaksanakan pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut digunakan untuk membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemasangan perangkat. Yang lebih penting adalah bagaimana warga sekolah memahami teknologi tersebut dan mampu menggunakannya untuk mendukung pengelolaan fasilitas sekolah,” lanjut tim PKM Unri.
Penerapan Smart Classroom sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong literasi digital di lingkungan sekolah. Guru dan siswa diperkenalkan pada pemanfaatan data dan teknologi untuk membantu menyelesaikan persoalan dalam pengelolaan fasilitas pendidikan.
Ke depan, sistem tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi SMP Negeri 4 Siak Hulu untuk mengembangkan konsep Smart School. Pemanfaatan teknologi dan data dapat diarahkan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta kualitas pengelolaan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Unri juga memperkuat perannya dalam penerapan hasil pengembangan teknologi di masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, guru, dan siswa diharapkan terus berlanjut melalui pendampingan dan pengembangan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan sekolah. (MNC/SP)














