Jakarta

Lindungi Anak dari Kekerasan, Pemerintah Bentuk Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak

Nasional Kamis, 25 Juni 2026 - 19:53 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Lindungi Anak dari Kekerasan, Pemerintah Bentuk Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak

Menko PMK, Pratikno saat peluncuran Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (RANA) pada Forum Kolaborasi dan Aksi Keluarga Indonesia 2026 di Aula Heritage Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Dok Kemenko PMK)

SURATKABARGENTA.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa keluarga harus menjadi benteng utama dalam menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak.

Guna mewujudkan hal tersebut, pemerintah meluncurkan gerakan nasional #RuangAmanNyamanAnak (RANA). Gerakan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, baik di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital.

"RANA merupakan gerakan aman di keluarga, aman di satuan unit pendidikan baik informal dan formal, aman dan nyaman di tempat umum dan masyarakat, dan juga respon cepat jika terjadi ketidaknyamanan dan ketidakamanan anak," ujarnya, saat meluncurkan gerakan RANA melalui YouTube Kemenko PMK, Kamis (25/6/26). 

Pratikno menjelaskan, hadirnya Gerakan RANA merupakan tindak lanjut dari Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang diselenggarakan Kemenko PMK pada 23 Juni 2026 lalu.

Rapat tersebut untuk mengonsolidasikan berbagai upaya perlindungan anak yang selama ini telah dijalankan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

"Jadi sekali lagi RANA ini adalah gerakan nasional untuk membangun ruang yang aman dan nyaman untuk anak. Aman dan nyaman di keluarga, aman di tempat pendidikan mulai tingkat daycare, PAUD, TK, hingga satuan pendidikan tinggi, aman dan nyaman di tempat umum, aman dan nyaman di ruang digital," ujarnya. 

Menko PMK menambahkan, Gerakan RANA ini memerlukan kolaborasi dan dukungan banyak pihak, karena itu dia mengajak semua pihak untuk sama-sama mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi anak. 

Dia mengungkapkan, dalam peluncuran Gerakan RANA ini, Kemenko PMK memanfaatkan dua momen besar, yakni bersamaan dengan Hari Keluarga Nasional serta memanfaatkan momentum tahun ajaran baru. 

Pratikno menjelaskan, Gerakan RANA ini harus menjadi gerakan nasional. Ke depan, gerakan tersebut akan semakin digaungkan bertepatan dengan momentum Hari Keluarga Nasional, serta dimulainya tahun ajaran baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang.

Melalui momentum ini, pesan bahwa anak harus berada dalam suasana yang aman dan nyaman akan terus dikampanyekan.

"Keluarga menjadi tempat pertama (ruang aman dan nyaman bagi anak), ini penting sekali. Di Harganas 2026 ini kami menyambut gembira temanya "Ayah Wajib Hadir", sebab kehadiran bapak itu sangat penting bagi anak," lanjutnya.

Lebih lanjut, Gerakan RANA akan dijalankan melalui lima pilar utama, yaitu edukasi publik, penguatan keluarga berkualitas, penyediaan satuan pendidikan dan layanan pengasuhan sementara (daycare) yang aman, pelindungan anak di ruang digital, serta penguatan sistem respons darurat dan pemulihan bagi anak yang menjadi korban kekerasan.

Berikutnya, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, melakukan pemantauan secara berkala terhadap implementasi program, serta mempercepat respons apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak. 

Upaya tersebut akan disinergikan dengan berbagai layanan perlindungan anak seperti SAPA 129 Kementerian PPPA, Hotline 110 Polri, layanan pengaduan KPAI, Aduan Konten Kemenkomdigi, layanan kesehatan mental Kemenkes, serta layanan sosial anak Kemensos. 

"Bapak adalah kompas, bapak adalah keteladanan untuk sampai kepada surga di bawah telapak kaki ibu. Itulah pentingnya peran ayah dalam menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak," tutupnya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya