Pekanbaru
Isi Kuliah Umum di Unri, Wamenkes Benjamin Tegaskan Kesehatan Tak Bisa Dipisahkan dari Kesejahteraan
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin menyampaikan kuliah umum pascasarjana di Universitas Riau, Selasa (4/8/2026) tentang pentingnya kesejahteraan sosial dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. (Dok Diskominfo Riau)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin hadir secara langsung di Pekanbaru, menjadi narasumber pada kuliah umum pascasarjana Universitas Riau, di Gedung Student Center, Kampus Bina Widya, pada Selasa (4/8/2026).
Dalam paparannya, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin menyampaikan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kesejahteraan sosial.
“Sebab, kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas,” terang Benjamin.
Benjamin menjelaskan bahwa Pemerintah terus memperkuat berbagai program perlindungan sosial sebagai bagian dari strategi nasional dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan.
“Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Keluarga Harapan (PKH), yang memberikan bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan guna meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan sosial,” ungkapnya.
“Program ini dirancang untuk mendorong keluarga penerima manfaat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial secara berkelanjutan,” tambah Benjamin.
Selain PKH, pemerintah juga terus menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat, mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, serta meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan.
Lanjut Benjamin, berbagai intervensi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus mendukung pencapaian pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.
“Pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan medis, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor sosial yang memengaruhi status kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui penguatan perlindungan sosial, peningkatan akses pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat,” sebutnya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus berkolaborasi dalam mendukung implementasi berbagai program pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia semakin meningkat seiring dengan membaiknya kondisi kesejahteraan sosial,” harap Benjamin. (MNC/MCR)













