Peresmian 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Prabowo Targetkan 500 SR, Jadi Wadah dan Harapan Baru Keluarga Tak Mampu

Nasional Selasa, 13 Januari 2026 - 13:54 WIB  |   Redaktur : Zulkifli Ali  
Prabowo Targetkan 500 SR, Jadi Wadah dan Harapan Baru Keluarga Tak Mampu

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.(Kemensetneg)

SURATKABARGENTA.ID, BANJARBARU –  Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) yang tersebar di seluruh Wilayah Indonesia. Ini bagian dari target 500 SR hingga tahun 2029.

Seremoni peresmian berlangsung di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/26). SR yang diresmikan merupakan program pendidikan inklusif berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Sehingga menjadi harapan baru bagi anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dari 166 SR tersebut terdapat 70 titik di Pulau Jawa, 35 titik di Pulau Sumatera, 28 titik di Pulau Sulawesi, 13 titik di Pulau Kalimantan, 7 titik di Pulau Maluku, 7 titik di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, serta 6 titik di Pulau Papua.

SR tersebut tersebar di 34 provinsi 131 Kabupaten kota. Sejumlah SR tersebut berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga Papua, Maluku dan Nusa Tenggara.

Presiden Prabowo mengaku terharu dan bangga atas diresmikan SR. Sekaligus mengapresiasi peran kementerian lembaga, pemerintah daerah dan semua pihak atas terselenggaranya program tersebut.

Menurut Presiden, hadirnya SR merupakan salah satu terobosan dan langkah berani dalam membangun pendidikan hingga menyasar ke masyarakat kurang mampu.

"Saya hari ini sangat bahagia, saya ucapan terim kasih kepada semua unsur, kementerian/lembaga dan semua lembaga yang telah bekerja mewujudkan suatu langkah terobosan (membangun SR). Terima kasih semuanya kita telah mewujudkan upaya ini," ujarnya.

Prabowo mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan 500 SR hingga tahun 2029, dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah. Sehingga total penerima manfaat dapat mencapai 500 ribu siswa.

"Cita-cita saya di akhir masa jabatan 2029, kemiskinan ekstrem bisa kita hilangkan dari Indonesia," harap Presiden.

Prabowo juga mengungkapkan, ia merasa terharu dengan kehadiran SR di tengah masyarakat karena melihat dampak dari sekolah tersebut. Sebab katanya, belum lama berdiri tapi siswa SR telah mampu menggoreskan prestasi, mulai dari  adanya siswa yang jago empat bahasa, bahkan ada juga yang menjadi pemenang olimpiade.

"Saya terharu melihat dampak dari upaya kita. Untuk negara seperti kita yang merdeka karena perjuangan, kita harus melihat pertumbuhan ini benar-benar dirasakan oleh rakyat yang paling bawah," ucapnya.

Presiden berharap dengan hadirnya SR dapat menjadi wadah sekaligus harapan baru bagi anak-anak yang sulit untuk sekolah dan tidak mempunyai biaya.

Dengan demikian, diharapkan SR yang dirancang sebagai ruang belajar yang layak, terjangkau, dan inklusif. Sekaligus instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

"Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia bukan segelintir rakyat, itu tujuan bernegara. Dan untuk itu saya berterima kasih kepada semua untuk hadirnya Sekolah Rakyat," ujarnya.

Presiden  juga memberikan pesan kepada para siswa SR agar tidak rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka.

"Jangan kau kecil hati, jangan malu orang tuamu hanya buruh atau petani miskin. Mereka mulia, bekerja keras dengan cara halal untuk masa depanmu," pesan Presiden.***

Redaktur : Zulkifli Ali





Berita Lainnya