Pendidikan

Stikes PMC Beralih Status Menjadi Universitas PMC, Bidik Daya Saing Global 2036

Pekanbaru Selasa, 29 September 2026 - 16:22 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Stikes PMC Beralih Status Menjadi Universitas PMC, Bidik Daya Saing Global 2036

Sekdaprov Riau Syahrial Abdi menghadiri launching Universitas PMC di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (29/9/2026). (Dok Diskominfo Riau)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Pekanbaru Medical Center (PMC) resmi bertransformasi menjadi Universitas Pekanbaru Medical Center (Universitas PMC).

Perubahan bentuk tersebut ditandai dengan launching Universitas PMC yang digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (29/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ns. Silvia Nora Anggreini, S.Kep., M.Kep., Ph.D sebagai Rektor Universitas PMC. Ia menjadi rektor pertama setelah PMC bertransformasi dari bentuk sekolah tinggi menjadi universitas.

Ketua Yayasan Pekanbaru Medical Center (PMC), Irsyad Suheimi mengatakan, lahirnya Universitas PMC bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi penanda dimulainya babak baru dalam perjalanan institusi pendidikan tersebut.

"Dengan lahirnya Universitas Pekanbaru Medical Center, hari ini bukan sekadar sebuah seremoni. Hari ini adalah penanda lahirnya sebuah amanah dan dimulainya babak baru," ujar Irsyad dalam sambutannya.

Ia mengatakan, transformasi Stikes PMC menjadi Universitas PMC merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui visi, ketekunan, pengabdian dan kepercayaan dari berbagai pihak.

Atas perjalanan tersebut, Yayasan Prof. Dr. Haji Kardimato Suhaimi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru, LLDIKTI Wilayah XVII, para mitra, pendidik, dan tenaga kependidikan serta seluruh keluarga besar PMC.

Menurutnya, semakin besar sebuah institusi, semakin besar pula tanggung jawab yang menyertainya. Karena itu, Universitas PMC tidak hanya diarahkan untuk memperluas jenjang pendidikan atau menghasilkan gelar akademik.

"Kami ingin membangun sebuah rumah ilmu, tempat ilmu pengetahuan bertumbuh, karakter dibentuk, inovasi dilahirkan, kepemimpinan ditempa, dan ilmu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pengabdian dan manfaat nyata," katanya.

Ia mengajak seluruh civitas akademika menjadikan launching tersebut sebagai awal perjuangan dengan tanggung jawab yang lebih besar, cita-cita yang lebih tinggi, dan pengabdian yang lebih luas.

Universitas PMC, lanjutnya, akan dibangun dengan integritas, profesionalisme, keberanian berinovasi, serta semangat kolaborasi.

"Kita tidak hanya ingin tumbuh menjadi universitas yang baik, tetapi menjadi institusi yang dipercaya, dihormati, dan dirasakan manfaatnya," ujarnya.

Rektor Universitas PMC, Ns. Silvia Nora Anggreini mengatakan, perubahan dari Stikes PMC menjadi Universitas PMC merupakan tonggak sejarah baru.

Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama maupun status hukum, tetapi menjadi wujud transformasi, kerja keras, dan mimpi bersama untuk memperluas kontribusi di dunia pendidikan.

"Saya merasa sangat terhormat sekaligus mengemban tanggung jawab yang besar atas amanah yang diberikan sebagai rektor pertama Universitas PMC. Amanah ini bukanlah tugas yang ringan, namun dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi dari seluruh civitas akademika, saya yakin kita mampu membawa universitas ini melompat lebih tinggi," katanya.

Silvia mengatakan, tantangan global menuntut perguruan tinggi untuk bergerak lebih cepat dan adaptif. Karena itu, kepemimpinannya akan diarahkan untuk mewujudkan Universitas PMC yang kompetitif, unggul, aktif, dan terampil serta berkarakter di tingkat global pada 2036.

Visi tersebut akan diwujudkan melalui empat pilar utama, yakni kompetitif, unggul, aktif dan terampil, serta berkarakter global.

Pada aspek kompetitif, Universitas PMC ditargetkan mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan universitas terkemuka dunia, baik dalam tata kelola maupun prestasi akademik.

Kemudian pada aspek unggul, keunggulan tidak hanya dipertahankan pada bidang ilmu kesehatan yang menjadi akar Universitas PMC, tetapi juga dikembangkan melalui program studi baru yang responsif terhadap perkembangan zaman dan era digital.

Sementara aspek aktif dan terampil diarahkan agar mahasiswa dan lulusan Universitas PMC menjadi motor penggerak inovasi dengan kemampuan hard skill dan soft skill yang siap digunakan untuk menghadirkan solusi konkret atas persoalan global.

Sedangkan karakter global tetap menempatkan integritas moral, etika, dan karakter budaya bangsa sebagai dasar, dengan wawasan serta daya saing di tingkat internasional.

Silvia menegaskan, visi tersebut tidak mungkin diwujudkan hanya oleh seorang rektor.

"Universitas PMC adalah milik kita bersama. Universitas PMC tidak dibangun oleh rektor saja, Universitas PMC dibangun oleh kita semua," tegasnya.

Ia menyebut dosen memiliki peran melalui ilmu dan pengabdian, tenaga kependidikan melalui pelayanan dan dedikasi, mahasiswa melalui semangat belajar dan prestasi, alumni melalui kontribusi, yayasan melalui dukungan, serta mitra melalui kolaborasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menyatukan langkah dan membangun rasa memiliki terhadap Universitas PMC.

"Jangan bertanya hanya tentang apa yang bisa diberikan Universitas PMC kepada saya. Tetapi mari kita mulai bertanya, apa yang bisa saya berikan untuk kemajuan Universitas PMC," katanya. Ia meyakini, jika setiap unsur memberikan kontribusi terbaik, Universitas PMC akan tumbuh menjadi institusi yang kuat.

"Stikes PMC adalah akar yang menguatkan kita. Universitas PMC adalah pohon yang akan kita tumbuhkan, dan tahun 2036 adalah masa depan yang akan kita wujudkan bersama," ujarnya.

Menurutnya, launching tersebut bukan akhir dari sebuah proses. Justru setelah seremoni berakhir, pekerjaan besar Universitas PMC dimulai.

Ia berharap perubahan Stikes PMC menjadi universitas tidak berhenti pada perubahan nama, tetapi diikuti perubahan kualitas, budaya, pola pikir, dan langkah menuju masa depan.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menyambut baik transformasi Stikes PMC menjadi Universitas PMC. Wako Agung menyebut perubahan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi PMC sekaligus bagian dari perkembangan Kota Pekanbaru.

"Tentu hari ini menjadi hari yang bersejarah karena Stikes PMC naik kelas jadi Universitas PMC," katanya.

Agung mengatakan, kehadiran universitas tersebut juga perlu diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Pekanbaru berdasarkan data BPS berada di angka 7,3 persen dan menurutnya angka tersebut berada di atas rata-rata kota di Indonesia.

"Pertumbuhan ini juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya," ujarnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjut Agung, menyambut baik kehadiran Universitas PMC dan berharap perguruan tinggi tersebut mampu melahirkan tenaga kesehatan profesional yang berakhlak dan siap mengabdi, khususnya di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau.

Ia juga menyebut PMC telah lama berkontribusi dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Pekanbaru.

"Ini sebuah kebanggaan karena memang kita tahu PMC yang dari dulunya sudah lama berkontribusi untuk Kota Pekanbaru, menyehatkan masyarakat Kota Pekanbaru," katanya.

Agung juga menyampaikan bahwa Universitas PMC ke depan akan memiliki gedung sendiri. Saat ini proses perizinan disebut masih berjalan. Ia juga menyebut rencana pengembangan universitas tersebut dengan jurusan kedokteran.

"Besok juga sudah akan ada gedungnya sendiri, sedang mengurus perizinan dan ini lahannya akan dibangun universitas yang juga ke depannya ada jurusan kedokteran," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi menyampaikan ucapan selamat kepada Rektor Universitas PMC yang baru dilantik serta seluruh keluarga besar Universitas PMC atas launching dan transformasi tersebut.

"Bagi yang baru dilantik kami ucapkan selamat, bagi yang hari ini di-launching dan dikukuhkan kami ucapkan selamat. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua," ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, Syahrial juga menyampaikan selamat kepada keluarga besar Universitas PMC. Ia menyebut transformasi dari Stikes menjadi universitas merupakan sebuah proses panjang yang wajar diwarnai berbagai tantangan dan dinamika.

"Yang dilakukan hari ini oleh PMC adalah sebuah transformasi. Tentunya wajar dalam prosesnya itu ada jatuh bangun," katanya.

Menurut Syahrial, Pemerintah Provinsi Riau tidak menempatkan diri sebagai pihak yang terdepan dalam membangun setiap entitas yang ada di daerah. Namun, Pemprov Riau memastikan perannya sebagai pelayan yang membuka ruang agar seluruh stakeholder dapat berkolaborasi, bersinergi, dan berprestasi sesuai bidang masing-masing.

"Kami tidak menempatkan Pemprov Riau sebagai yang terdepan untuk membangun, tapi kami memastikan Pemprov Riau bersama Forkopimda menjadi pelayan untuk memastikan semua stakeholder bisa berkolaborasi dan bersinergi serta berprestasi di bidangnya masing-masing," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemprov Riau ingin prestasi tidak hanya lahir dari pemerintah, tetapi tumbuh dari seluruh entitas yang ada di Riau.

"Jika masing-masing entitas ini bergerak mencapai tujuannya, menetapkan apa yang menjadi targetnya, dan jika itu terjadi pelampauan, maka itulah prestasi yang sebenarnya di Provinsi Riau," katanya.

Syahrial menilai perubahan Stikes menjadi universitas memberikan ruang lingkup yang lebih besar bagi PMC untuk berkembang. Ia meyakini pertumbuhan sebuah institusi dari skala kecil menjadi lebih besar merupakan proses yang akan terus berjalan.

"Kita berharap lulusan PMC akan mengambil peran. Oleh karena itu, kami harapkan Universitas PMC menjadi bagian dari transformasi dan terus mendukung kesehatan di Provinsi Riau," pungkasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr. Novriadi, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Yayasan dan seluruh civitas akademika Universitas PMC atas terbitnya Surat Keputusan perubahan bentuk dari Stikes menjadi Universitas PMC.

Ia mengatakan, transformasi tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang yang dilalui keluarga besar PMC.

"Transformasi ini adalah buah dari perjalanan panjang, sempat ditolak. Alhamdulillah, hari ini berhasil," kata Novriadi.

Menurutnya, semangat keluarga besar PMC dalam melewati berbagai proses menjadi bagian penting hingga akhirnya perubahan bentuk tersebut dapat diwujudkan.

"Luar biasa semangat keluarga besar PMC ini, jatuh bangun, akhirnya berhasil. Dan inilah tanda sukses ke depan," ujarnya.

Novriadi mengatakan, perjuangan panjang, dedikasi, dan komitmen yayasan untuk memajukan pendidikan tinggi di Bumi Melayu sejalan dengan komitmen LLDIKTI Wilayah XVII dalam mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau.

Ia menyebut sejumlah capaian peningkatan mutu pendidikan tinggi di wilayah tersebut, diantaranya peningkatan akreditasi institusi dan program studi, serta peningkatan jumlah guru besar dan lektor kepala dalam dua tahun terakhir.

LLDIKTI Wilayah XVII mencatat peningkatan akreditasi institusi di Riau dan Kepulauan Riau, termasuk capaian akreditasi unggul. Pada program studi perguruan tinggi swasta juga terjadi peningkatan akreditasi unggul. Selain itu, jumlah guru besar disebut meningkat 48 persen dan lektor kepala meningkat 128 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya.

"Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem perguruan tinggi di wilayah Riau-Kepri bergerak maju dan kami harap Universitas PMC dapat ikut mengambil peran aktif menjadi salah satu pilar utama penopang mutu pendidikan tersebut," katanya.

Menurut Novriadi, perubahan status dari Stikes menjadi universitas membawa amanah dan tanggung jawab moral yang lebih besar. Ia mengingatkan Universitas PMC agar menjadikan ilmu, pelayanan, dan kemanusiaan sebagai bagian penting dalam perjalanan institusi, sesuai semboyan yang diusung Universitas PMC.

Pertama, ilmu harus menjadi pondasi utama untuk menjaga mutu akademik. Universitas PMC diminta terus meningkatkan kualitas tata kelola, kualifikasi dosen, riset dan publikasi ilmiah, sekaligus melakukan inovasi kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu kesehatan modern dan teknologi digital.

Kedua, pelayanan harus menjadi bukti pengabdian yang unggul. Universitas PMC diharapkan memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada mahasiswa sekaligus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Riau.

Ketiga, kemanusiaan harus menjadi jiwa dan karakter lulusan. Menurutnya, dunia kesehatan dan pendidikan sangat erat dengan nilai-nilai kemanusiaan sehingga lulusan Universitas PMC diharapkan tidak hanya cerdas dan terampil secara teknis, tetapi juga memiliki empati, etika, dan kepedulian sosial yang tinggi.

Keempat, Novriadi menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi.

"LLDIKTI Wilayah XVII siap memfasilitasi dan mendampingi PMC menjadi universitas yang terus tumbuh dan berdaya saing," katanya.

"Kita berharap Universitas PMC dapat menjadi universitas yang berdampak, begitu pula dosen dan mahasiswanya, dengan dampak yang dirasakan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan serta tetap kompeten sesuai kebutuhan dunia industri," imbuhnya. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya