Bupati Siak Tutup Semua Bangunan Bersejarah Berlantai 2 Usai Insiden di Tangsi Belanda

Siak Minggu, 01 Februari 2026 - 18:07 WIB  |   Redaktur : Zulkifli Ali  
Bupati Siak Tutup Semua Bangunan Bersejarah Berlantai 2 Usai Insiden di Tangsi Belanda

Bupati Siak Afni Zulkifli memeluk murid SD yang sedang dirawat di RS Tengku Rafian, Siak.

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Bupati Siak Afni Zulkifli memutuskan untuk menutup sementara seluruh bangunan cagar budaya ataupun museum yang memiliki bangunan dua lantai di Kabupaten Siak.

Ini sebagai respons atas petaka ambruknya lantai dua bangunan sejarah Tangsi Militer Belanda pada Sabtu (31/1/2026) pagi.

"Untuk sementara seluruh lokasi wisata cagar budaya dan museum yang memiliki lantai dua kita tutup. Karena usianya juga sudah 1 hingga 2 abad," katanya.

Dikatakan Afni, pihaknya juga telah mengomunikasikan perihal tersebut dengan anggota DPR RI Karmila Sari. Yang seterusnya ditindaklanjuti Kementerian Kebudayaan RI.

"Beliau (Karmila Sari) juga langsung mengirimkan kepada Menteri Kebudayaan Bapak Fadli Zon agar memberi atensi dan melihat langsung kondisi cagar budaya dan Museum Nasional Asserayah El Hasyimiah serta Balai Kerapatan yang memerlukan perhatian dari kita semua," lanjut Afni.

Dikatakan Bupati, bangunan bersejarah di Kabupaten Siak, seharusnya bukan hanya menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk itu, dirinya meminta Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk segera berkunjung ke Siak.

"Ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami sangat bermohon perhatian Pemerintah Pusat, karena ini adalah peninggalan kerajaan, peninggalan sejarah dan kebudayaan," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati menyampaikan keprihatinan terhadap insiden ambruknya objek wisata bersejarah itu.

"Saya sangat prihatin dengan kondisi anak-anak kita yang sedang kunjungan belajar ke Cagar Budaya Tangsi Belanda. Diharapkan ini menjadi evaluasi kita bersama, jangan sampai hal serupa menimbulkan kurangnya semangat anak-anak untuk mengenal sejarah," jelas Afni.

Begitu mendengar peristiwa tersebut, Bupati mengaku langsung menemui seluruh korban di Rumah Sakit Tengku Rafian dan juga meninjau lokasi peristiwa.

"Saya langsung melihat anak-anak di Rumah Sakit Tengku Rafian. Didapati 10 siswa yang dilakukan perawatan, 6 siswa sudah dipulangkan dan 1 siswa harus dirujuk lanjutan ke rumah sakit di Pekanbaru," jelasnya.***

Redaktur : Zulkifli Ali





Berita Lainnya