Seputar Kampus
Mengemban Amanah Baru, STAI SUSHA Siak Resmi Beralih Bentuk Menjadi Institut
STAI SUSHA Siak resmi berubah bentuk menjadi Institut Agama Islam Sultan Syarif Hasyim setelah menerima SK Menteri Agama RI Nomor 974 Tahun 2026. (Dok IAI SUSHA Siak)
SURATKABARGENTA.ID, SIAK – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Syarif Hasyim (SUSHA) Siak Sri Indrapura resmi berubah bentuk menjadi Institut Agama Islam (IAI) Sultan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau.
Perubahan status kelembagaan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 974 Tahun 2026, Selasa (6/10/2026), di Auditorium Lantai 4 Yayasan Diniyyah Pekanbaru.
SK tersebut diserahkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Askal Salim, GP, M.Ag., kepada Pembina Yayasan Hubbul Wathan Kabupaten Siak, Jusfrizal, S.Pt., M.T.
Penyerahan SK itu disaksikan Ketua Yayasan Hubbul Wathan Kabupaten Siak, Jum Harroni, S.Sos., M.E., serta Ketua STAI SUSHA Siak Sri Indrapura, Dr. M. Hatta, M.Pd., bersama jajaran pengelola perguruan tinggi dan civitas akademika.
Momentum tersebut menjadi babak baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Siak.
Dengan perubahan bentuk menjadi institut, IAI Sultan Syarif Hasyim memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan bidang akademik, program studi, sumber daya manusia, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Sejumlah tokoh pendidikan tinggi Islam turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Koordinator Kopertais Wilayah Riau XII-Kepri Prof. Leny Novianty, M.Ak., Guru Besar UIN Suska Riau Prof. Saefuddin, Pembina Yayasan Diniyyah Pekanbaru beserta jajaran, Rektor Institut Diniyyah beserta jajaran, serta pimpinan, anggota senat, dan dosen STAI SUSHA Siak.
Pembina Yayasan Hubbul Wathan Kabupaten Siak, Jusfrizal, mengatakan perubahan bentuk tersebut bukan sekadar perubahan nomenklatur, tetapi menjadi amanah baru bagi yayasan dan seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi.
"Perubahan bentuk menjadi Institut Agama Islam Sultan Syarif Hasyim ini bukan sekadar pergantian nomenklatur atau papan nama lembaga semata, melainkan sebuah amanah besar untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi secara komprehensif," ujar Jusfrizal.
Menurutnya, yayasan berkomitmen melakukan pembenahan infrastruktur, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas cakupan program studi agar mampu menjawab perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah Riau XII-Kepri, Prof. Leny Novianty, memberikan apresiasi atas perubahan status STAI SUSHA menjadi institut.
Ia berharap perubahan bentuk tersebut menjadi momentum untuk mempercepat peningkatan mutu akademik dan tata kelola perguruan tinggi yang transparan serta akuntabel.
Selain itu, ia mendorong penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat agar IAI Sultan Syarif Hasyim mampu memberikan kontribusi lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
Dengan perubahan status tersebut, IAI Sultan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi Islam sekaligus melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama sebagai bentuk syukur atas terbitnya SK perubahan bentuk kelembagaan tersebut. (MNC/SP)














