- Home
- Berita Foto
- A Door Into Another Land
A Door Into Another Land
A Door Into Another Land
A Door Into Another Land. Seperti sebait lirik awal dari lagu legendaris era 1970-an Maybe oleh Thom Pace. Sekaligus theme song film televisi yang tak kalah legendrasinya, The Life and Times of Grizzly Adam's. Ya, sejumlah jurnalis dan kru Community Involvement and Development (CID) PHR sedang memasuki "pintu masuk ke dunia lain" itu dalam agenda media visit tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Hutan Adat Imbo Putui, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis 24 September 2026.

Menelusuri jalan setapak. Ditemani rindang dan hijaunya dedaunan belukar kanan kiri jalan.
Diteduhi naungan kanopi pepohonan nan jangkung.

Hati-hati batang pohon tumbang merintangi jalan. Memang dibiarkan saja
selagi tak terlalu mengganggu. Sekaligus ini menjadi bukti bahwa aturan adat
tidak boleh menebang, mengambil pohon dan lainnya di hutan larangan ini
dipatuhi penduduk setempat. Bahkan termasuk yang rubuh dengan sendirinya.

Begitu masuk, bagi jurnalis sulit melewatkan "sesuatu" pada pohon atau lainnya.
Kamera foto atau kamera HP harus selalu on.

Sekitar 200 meter lebih dalam, jumpai sang ikon hutan adat Kenegerian Tapung.
"Menara Kembar" yang menjulang lebih kurang 100 meter. Ya, dua pohon jangkung
yang berbeda. Saling menopang. Jari jemarinya mencengkram kokoh bumi. Batang, cabang,
ranting serta dedaunan hijau selalu berupaya menjangkau langit dunia.
Beda generasi. Di kiri, pohon batu (Irvingia malayana Oliv. Dipterocarpaceae) diperkirakan
berumur 200 tahun dengan diamater sekitar 3 meter. Di kanan, pohon ara (Ficus moraceae)
sekitar 30 tahun dengan diameter kurang lebih 1 meter. Besar pangkal kedua pohon seukuran
lingkarang tangan 10 orang dewasa.
Tapi batu dan ara tidak mempertontonkan kepongahan. Justru sedang memberi pesan
pada yang berpikir bahwa walaupun berbeda masih bisa hidup berdampingan,
saling menguatkan.

Semua mata tertuju padanya dengan decak kagum, takjub.

Jangan melewatkan momen bertemu dengan sang ikon tanpa berpose dengannya.
Di depan, di samping, ataupun di belakang dia. Sendiri atau bersama. Lantas,
kabarkan pada dunia: Kami masih bisa menjaga hutan alam kami!.(Foto: Zulkifli Ali)

















