Di Inhil, Penyakit Rabies Mulai Makan Korban Jiwa
DPKH Riau: Jangan Anggap Sepele Digigit Anjing

SURATKABARGENTA.ID (PEKANBARU) - Penyakit rabies sudah menelan korban jiwa. Satu dari lima warga yang digigit anjing di Indragiri Hilir, akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa ini tidak bisa dianggap remeh. Kini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau bersiap menurunkan tim ke Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir. Selain melakukan sosialisasi kepada warga, khususnya yang memiliki hewan peliharaan sekaligus melakukan vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan warga.
"Besok (Senin 24/7, red) tim kita akan turun ke Inhil melakukan sosialisasi dan vaksinasi massal," kata Kepala Dinas PKH Riau, Herman melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh Faralinda Sari, Ahad (23/7/2023).
Fara mengungkapkan, kasus warga yang meninggal dunia setelah digigit hewan penular rabies sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat langsung melaporkan dan memeriksakan dirinya ke tempat pelayanan kesehatan.
Fara melanjutkan, nyawa warga tersebut tidak terselamatkan meski sudah dibawa ke Puskesmas Kempas. Sebab korban awalnya menganggap hanya digigit anjing biasa sehingga tidak melapor ke petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin.
"Sebetulnya kasus warga digigit anjing di Riau ada 5 orang. Namun 4 orang cepat dilakukan vaksinasi. Sedangkan 1 korban warga Inhil tidak divaksin," katanya.
Fara mengungkapkan, korban sempat dibawa ke Puskesmas, kemudian dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Namun nyawa korban tidak terselamatkan karena kondisinya semakin parah.
Fara menjelaskan, korban yang digigit anjing atau hewan peliharaan yang terkena rabies dampaknya tidak langsung terlihat saat itu juga. Dampaknya mungkin tidak saat itu juga terjadi, tapi bisa berbulan-bulan sesudah gigit.
"Ketika virus Lyssa sudah sampai ke otak, dan korban yang digigit tidak mendapatkan VAR menunjukkan gejala, dan ketika itu terjadi, bisa berujung kepada kematian," sebutnya.
Dengan merebak penyakit rabies yang terjadi pada hewan terutama pada anjing, ia mengimbau kepada masyarakat, khusunya yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing diminta agar berhati-hati.
Dinas PKH Riau mencatat, terhitung sejak Januari hingga akhir Juli 2023 terdapat 250 kasus gigitan hewan penular rabies di Riau. Dari jumlah tersebut, ada 14 kasus hewan yang positif rabies di Provinsi Riau.
"Sejak Januari sampai saat ini, kita mencatat ada 14 kasus positif rabies pada hewan di Riau," katanya.
Bedasarkan data yang dirilis Dinas PKH Riau, dari 14 kasus rabies pada hewan tersebut tersebar di sejumlah Kabupaten Kota di Provinsi Riau.
Di antaranya di Kabupaten Indragiri Hilir 3 kasus, Pelalawan 1 kasus, Siak 4 kasus, Bengkalis 1 kasus, dan di Kota Pekanbaru 4 kasus serta di Rohul ada 1 kasus.(mdc/zed)


















