Seputar Kampus

Olah Limbah Buah Jadi Produk Bernilai, Mahasiswa Unri Ciptakan ZymeGo

Pekanbaru Sabtu, 05 September 2026 - 14:24 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Olah Limbah Buah Jadi Produk Bernilai, Mahasiswa Unri Ciptakan ZymeGo

Mahasiswa Unri memasarkan ZymeGo, produk eco-enzyme berbahan limbah buah, di stan Car Free Day (CFD) Pekanbaru. (Dok IKA Unri)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Limbah buah yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah tidak bernilai, kini dimanfaatkan menjadi produk ramah lingkungan melalui inovasi mahasiswa Universitas Riau (Unri).

Melalui Eco-Enzyme Center Unri, mahasiswa mengembangkan eco-enzyme bernama ZymeGo yang memanfaatkan limbah buah sebagai bahan baku. Inovasi tersebut juga dilengkapi ZymeGo Application untuk mendukung pengumpulan dan pencatatan limbah secara lebih terorganisir.

Gagasan ini berangkat dari persoalan limbah organik yang banyak dihasilkan rumah tangga, pedagang buah, usaha jus, pelaku usaha kuliner dan UMKM, hingga lingkungan kampus. Limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal tersebut diolah menjadi bahan baku yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Eco-enzyme ZymeGo diproduksi melalui proses fermentasi selama tiga bulan dengan memanfaatkan limbah buah, molase, dan air. Setelah melalui proses pengendalian mutu, eco-enzyme kemudian dikembangkan menjadi tiga produk utama, yakni cairan pembersih lantai dan serbaguna, sabun cuci piring, serta pupuk organik cair.

Produk tersebut dikemas dalam botol berukuran 250 mililiter dan dipasarkan secara langsung maupun melalui media digital.

ZymeGo Application, Setor Limbah Kumpulkan Poin

Salah satu bagian dari inovasi ZymeGo adalah ZymeGo Application yang dirancang untuk mendukung sistem pengumpulan limbah buah secara lebih terorganisir.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mencatatkan limbah buah yang disetorkan. Setiap setoran kemudian dikonversi menjadi poin sesuai dengan ketentuan yang diterapkan dalam program.

“Melalui ZymeGo Application ini, kami ingin mempermudah masyarakat dalam berpartisipasi. Limbah buah yang mereka setorkan akan tercatat dan dapat dikonversi menjadi poin sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka,” ujar Nayla.

Sistem poin tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah. Masyarakat dan sivitas akademika tidak hanya berperan sebagai pengguna produk, tetapi juga dapat terlibat sebagai pemasok bahan baku melalui kegiatan penyetoran limbah buah.

Kehadiran aplikasi juga diharapkan dapat mempermudah pencatatan dan pemantauan kontribusi pengguna dalam program. Sistem digital tersebut menghubungkan proses penyetoran limbah dengan pencatatan partisipasi secara lebih terstruktur.

Melalui integrasi pengumpulan limbah, produksi, pemasaran, dan teknologi digital, ZymeGo dikembangkan dengan konsep ekonomi sirkular. Masyarakat dilibatkan dalam rantai pemanfaatan limbah, sementara limbah buah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat.

Ke depan, ZymeGo diarahkan untuk memperluas jaringan mitra, meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan, memperluas pengguna aplikasi, serta mengembangkan inovasi produk berbasis eco-enzyme secara berkelanjutan.

Masifkan Sosialisasi, Turun Langsung ke Masyarakat

Eco-Enzyme Center Unri tidak hanya berfokus pada produksi eco-enzyme, tetapi juga melakukan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan pemanfaatan limbah buah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik.

Tim turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak limbah organik, memperkenalkan konsep eco-enzyme, serta menjelaskan bagaimana limbah buah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, pengenalan produk, hingga praktik dan demonstrasi sederhana mengenai pemanfaatan limbah buah.

Melalui pendekatan langsung, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat melihat dan mengenal hasil pengolahan limbah buah menjadi produk eco-enzyme.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan ZymeGo Application sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah yang lebih terorganisir.

Masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam pengumpulan dan penyetoran limbah buah. Dengan pola tersebut, diharapkan terbentuk keterhubungan antara masyarakat sebagai sumber bahan baku, Eco-Enzyme Center Unri sebagai pusat pengolahan, dan konsumen sebagai pengguna produk.

Inovasi ZymeGo diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendorong pemanfaatan limbah organik sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat dan teknologi digital. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya