- Home
- Prov. Riau
- Unri dan PT EZGO Jajaki Transportasi Listrik Terintegrasi untuk Mobilitas Kampus
Seputar Kampus
Unri dan PT EZGO Jajaki Transportasi Listrik Terintegrasi untuk Mobilitas Kampus
Unri dan PT EZGO Technology Indonesia menjalin kerja sama melalui MoU Smart & Electric Bike Project untuk mengembangkan sistem mobilitas kampus yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (Dok UNRI)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) mulai membuka peluang pengembangan ekosistem transportasi listrik di kawasan kampus. Konsep tersebut menjadi bagian dari kerja sama Unri dengan PT EZGO Technology Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Smart & Electric Bike Project, Kamis (27/8/2026).
Kerja sama yang berlangsung di Ruang Kunto Darusalam tersebut tidak hanya diarahkan pada penggunaan sepeda listrik, tetapi juga membuka ruang pengembangan sistem mobilitas kampus berbasis teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Sistem Informasi Unri, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., mengatakan kebutuhan mobilitas di kawasan kampus cukup tinggi. Setiap hari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan harus berpindah dari satu fasilitas ke fasilitas lainnya.
Mulai dari fakultas, perpustakaan, laboratorium, pusat kegiatan mahasiswa, hingga fasilitas pendukung lainnya menjadi bagian dari aktivitas mobilitas sivitas akademika.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi dengan komunitas akademik yang besar dan aktivitas yang dinamis, Unri memiliki kebutuhan mobilitas yang cukup tinggi di dalam kawasan kampus,” ujarnya.
Menurut Sofyan, kondisi tersebut membuat alternatif transportasi yang praktis, efisien, dan ramah lingkungan semakin relevan untuk dikembangkan. Karena itu, kerja sama dengan PT EZGO Technology Indonesia akan menjadi ruang untuk mengkaji model smart mobility yang paling sesuai dengan karakteristik kawasan Unri.
Pengembangan yang dapat dilakukan tidak berhenti pada penyediaan sepeda listrik. Unri dan PT EZGO Technology Indonesia juga membuka peluang menghadirkan layanan shared electric bike atau sepeda listrik bersama yang dapat digunakan sivitas akademika untuk menunjang mobilitas di dalam kampus.
Selain itu, pengembangan charging station, service center, dan layanan purna jual juga menjadi bagian dari potensi ekosistem yang dapat dibangun.
Teknologi digital pun dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem pengelolaan mobilitas agar penggunaan kendaraan listrik di lingkungan kampus lebih terintegrasi.
Sofyan menilai, pengembangan tersebut berpotensi memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika. Mahasiswa dapat memiliki pilihan transportasi yang lebih praktis dan ekonomis, sementara dosen serta tenaga kependidikan memperoleh alternatif mobilitas untuk menunjang aktivitas di kawasan kampus.
Di sisi lain, pengembangan transportasi listrik juga sejalan dengan kebutuhan menghadirkan lingkungan kampus yang lebih berorientasi pada keberlanjutan.
“Semoga penandatanganan MoU pada hari ini menjadi awal yang baik bagi terbangunnya kolaborasi yang produktif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi Universitas Riau, PT EZGO Technology Indonesia, sivitas akademika, serta masyarakat secara luas,” pungkasnya.
Melalui kerja sama ini, Unri berharap konsep smart mobility dapat dikembangkan secara bertahap, tidak hanya sebagai solusi transportasi internal kampus, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi perguruan tinggi dan dunia usaha dalam menghadirkan inovasi mobilitas yang berkelanjutan. (MNC/SP)














