Riau

Kondisi DAS di Riau Memprihatinkan, BWS Sebut Empat Sungai Besar Masuk Kategori Kritis

Prov. Riau Jumat, 31 Juli 2026 - 13:45 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Kondisi DAS di Riau Memprihatinkan, BWS Sebut Empat Sungai Besar Masuk Kategori Kritis

Sungai Kampar. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III menyebut empat DAS sungai besar di Riau kini berada dalam kondisi kritis dengan tingkat kerusakan mencapai 71–80 persen. (Dok Ist/Wacana.co)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III mencatat kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Riau saat ini berada dalam kategori kritis. Empat DAS sungai besar yang mengalami kerusakan tersebut meliputi Sungai Indragiri, Sungai Kampar, Sungai Rokan, dan Sungai Siak.

Kepala BWS Sumatera III Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU, Daniel S.T, M.T mengatakan, kondisi kerusakan DAS empat sungai besar di Riau tersebut saat ini mencapai 71-80 persen.

“Kalau ditanya kondisi DAS empat sungai besar itu, bisa dibilang sudah dalam kondisi kritis 71–80 persen,” katanya, Jumat (31/7/2026).

Dilanjutkannya, jika DAS berada dalam kondisi rusak, maka juga akan mempengaruhi kondisi sungainya. Hilangnya tutupan hutan dan akar-akar kayu yang menahan apabila terjadi bencana, karena banyak DAS yang sudah dijadikan area perkebunan.

“Terkait kerusakan DAS yang sudah banyak beralih menjadi area perkebunan ini, kami tidak menyalahkan salah satu pihak, tapi regulasi yang harus dibenahi,” ujarnya.

Menurut Daniel, saat pemberian izin, seharusnya jika di wilayah tersebut terdapat sungai, maka di dalam izin tersebut harus dijelaskan bahwa di area sungai atau DAS tidak diperbolehkan ada aktivitas penanaman agar DAS-nya masih tetap terjaga.

"Jadi saat penerbitan izin itu dikeluarkan secara gelondongan, padahal di dalamnya ada sungai yang ada DAS-nya dan tidak boleh ada aktivitas perkebunan. Dan untuk di Riau rata-rata itu perkebunan kelapa sawit," sebutnya.

Selain kerusakan DAS, kondisi sungai besar di Riau saat ini juga banyak mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Karena di bagian hulu sungai saat ini banyak aktivitas penambangan pasir dan juga emas.

"Total panjang empat sungai besar yang ada di Riau yakni sekitar 2.300 km, dan kondisinya juga sudah banyak pendangkalan akibat aktivitas tambang. Untuk menanggulangi kondisi tersebut, tidak bisa hanya BWS saja tapi juga harus ada kolaborasi dari pemerintah daerah," ujarnya.

Akibat dari kerusakan DAS dan pendangkalan tersebut, beberapa permasalahan akan muncul. Seperti banjir yang tidak dapat dikendalikan, dan di saat musim kemarau akan mudah terjadi kekeringan.

"Idealnya jika lebar sungai 100–200 meter, itu sempadannya yang harus terjaga itu 200 meter. Tapi faktanya di lapangan saat ini dari hulu ke hilirnya sudah tidak ada lagi," katanya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya