- Home
- Prov. Riau
- Hadapi Perubahan Demografi, Unri Dorong Riset di Sekolah Lansia
Pekanbaru
Hadapi Perubahan Demografi, Unri Dorong Riset di Sekolah Lansia
Universitas Riau menghadiri Launching Sekolah Lansia dalam rangka Milad ke-28 BKMT Provinsi Riau di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Rabu (16/9/2026). (Dok UNRI)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) melihat Sekolah Lansia bukan sekadar tempat belajar bagi kelompok lanjut usia, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan riset dan inovasi dalam menghadapi perubahan demografi.
Hal itu disampaikan Rektor Unri Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si. saat menghadiri Launching Sekolah Lansia dalam rangka Milad Ke-28 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Riau di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Rabu (16/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Unri dan BKMT Provinsi Riau menandatangani naskah kerja sama untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Lansia. Penandatanganan disaksikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unri, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil.
Prof. Sri Indarti mengatakan keberadaan Sekolah Lansia dapat menjadi ruang bagi para lanjut usia untuk tetap tumbuh, sehat, produktif, dan aktif bersosialisasi. Kehadiran program tersebut juga diharapkan dapat membantu lansia tetap memberikan kontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
“Saya berharap Sekolah Lansia dapat menjadi salah satu laboratorium sosial bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan berbagai inovasi dalam menghadapi perubahan demografi,” ucap Rektor.
Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan berbagai kajian yang berkaitan dengan kehidupan lansia. Riset dapat mencakup kesehatan, kualitas hidup dan ekonomi lansia, teknologi pendamping, kesehatan mental, ketahanan keluarga, hingga model pelayanan lansia berbasis komunitas.
Dengan demikian, kegiatan di Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran peserta, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan untuk merancang pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan kelompok lanjut usia.
Ketua Pengurus Wilayah BKMT Provinsi Riau, Dra. Septina Primawati, M.M., mengatakan Sekolah Lansia dibangun melalui kolaborasi sejumlah pihak dengan keahlian dan peran yang berbeda.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki pengetahuan serta sumber daya akademik, rumah sakit memiliki kompetensi pelayanan kesehatan, pemerintah memiliki kewenangan dan kebijakan, sedangkan organisasi masyarakat memiliki kedekatan dengan komunitas.
“Kerja sama dengan perguruan tinggi, dalam hal ini Universitas Riau dan UIN SUSKA menjadi rumah pembelajaran sepanjang hayat bagi BKMT, khususnya Sekolah Lansia,” ucapnya.
Septina menjelaskan, Sekolah Lansia BKMT Provinsi Riau diberi nama Amal Ikhlas. Kegiatan pembelajaran sekolah tersebut telah dimulai sejak Juli 2026.
Kerja sama Unri dan BKMT Riau diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Sekolah Lansia sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan kehidupan lanjut usia. (MNC/SP)














