Seputar Kampus
Unri Gelar Forum Internasional, Bahas Masa Depan Perikanan dan Kelautan
ISFM XV Unri mempertemukan akademisi dan pakar dari lima negara untuk membahas keberlanjutan ekosistem perairan serta masa depan perikanan dan kelautan. (Dok UNRI)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Isu keberlanjutan ekosistem perairan menjadi perhatian dalam the 15th International and National Seminar on Fisheries and Marine Science (ISFM XV) yang digelar Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Riau (Unri) bersama Forum Kemitraan Konsorsium Perikanan Tangkap (FK2PT).
Seminar yang berlangsung di Pangeran Hotel Pekanbaru, Senin (7/9/2026), mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, hingga pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri.
Mengusung tema “Safeguarding Aquatic Ecosystems towards Sustainable Fisheries and Marine Management for Blue Economy Growth and SDGs,” ISFM XV menjadi ruang bertukar pengetahuan dan hasil penelitian mengenai pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan.
Mewakili Rektor Unri, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Sofyan mengatakan Unri terus memperkuat jejaring akademik serta kolaborasi nasional dan internasional melalui berbagai kegiatan ilmiah, termasuk ISFM.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menghasilkan gagasan dan solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam mendukung pengelolaan perikanan dan kelautan berkelanjutan, pengembangan ekonomi biru, serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Unri melalui kegiatan seminar seperti ISFM terus memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi nasional maupun internasional dalam menghasilkan gagasan dan solusi berbasis ilmu pengetahuan," ujar Sofyan.
Ketua Panitia ISFM XV Dr. Eko Prianto, M.Si. mengatakan forum tersebut dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai pemikiran dan hasil riset terkait masa depan sektor perikanan dan kelautan.
Beragam isu strategis dibahas dalam seminar, mulai dari perikanan tangkap, akuakultur, bioteknologi kelautan, ekowisata bahari, oseanografi dan iklim laut, hingga ekologi perairan.
Selain itu, pembahasan mencakup konservasi keanekaragaman hayati, sosial-ekonomi dan kebijakan perikanan, serta pengelolaan ekosistem pesisir dan laut secara berkelanjutan.
“Berbagai isu strategis dalam bidang perikanan dan kelautan turut dibahas, mulai dari perikanan tangkap, akuakultur, bioteknologi kelautan, ekowisata bahari, oseanografi dan iklim laut, ekologi perairan, konservasi keanekaragaman hayati, sosial-ekonomi dan kebijakan perikanan, hingga pengelolaan berkelanjutan ekosistem pesisir dan laut,” kata Eko.
ISFM XV turut menghadirkan pakar dari sejumlah negara. Keynote speaker dalam kegiatan ini adalah Prof. Em. Neil R Loneragan dari Centre for Sustainable Aquatic Ecosystems–Harry Butler Institute, Murdoch University, Australia.
Sementara itu, sejumlah invited speakers berasal dari Indonesia, Korea Selatan, Sri Lanka, Malaysia, dan Jepang. Mereka antara lain Dr. Dra. Windarti, M.Sc. dari Unri, Kim Nam-hoon MM dari Marine Technology Cooperation Research Center Korea Selatan, Prof. Kumudu Radampola Gamage dari University of Ruhuna Sri Lanka, Prof. Ts Dr Seow Ta Wee dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, serta Takamasa Osawa dari Kanazawa University Jepang.
Kehadiran para akademisi dan pakar tersebut diharapkan memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan di masa depan. (MNC/SP)














