Riau

Minim Partisipasi, Baru 586 Ribu dari 6,8 Juta Warga Riau Ikut Program Cek Kesehatan Gratis

Prov. Riau Jumat, 29 Mei 2026 - 15:15 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Minim Partisipasi, Baru 586 Ribu dari 6,8 Juta Warga Riau Ikut Program Cek Kesehatan Gratis

Dinas Kesehatan Riau mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di 243 puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, menyusul capaian program yang baru mencapai 8,54 persen dari total penduduk Riau. (Foto Istimewa)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, melalui Dinas Kesehatan (Diskes) tengah berupaya meningkatkan capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat.

Di mana, berdasarkan data yang dihimpun hingga akhir Mei 2026, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau masih jauh dari separuh total penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, menyebutkan bahwa hingga saat ini baru sekitar 586.594 jiwa yang telah mengakses layanan tersebut. Padahal, jumlah penduduk Provinsi Riau mencapai sekitar 6,86 juta jiwa.

"Dari 6.867.467 sasaran kita, baru 586.594 jiwa atau sebanyak 8,54 persen yang melakukan pengecekan kesehatan gratis tersebut. Ini tentu menjadi PR kita bersama," kata Zulkifli, Jumat (29/5/2026).

Dikatakan Zulkifli, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes kabupaten kota se-Provinsi Riau untuk memastikan pelayanan kesehatan tahun 2026 dan melakukan evaluasi program CKG.

"Kita sudah melakukan koordinasi terkait capaian program Hastacita bapak Presiden Probowo di bidang kesehatan ini. Dan tentu ini menjadi perhatian kita semua, termasuk masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Riau agar melakukan periksa kesehatan gratis di Puskesmas terdekat minimal 1 kali dalam setahun.

"Ada 243 puskesmas se-Riau yang melayani CKG ini. Dan kita imbau masyarakat untuk ikut mensukseskan program ini, agar masalah kesehatan kita dapat terdeksi lebih awal, dan jika kondisi kesehatan kita mengalami gangguan tentu kita lebih cepat untuk melakukan pengobatannya," pungkasnya. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya