Seputar Kampus

Screening Kesehatan Mental Mahasiswa Baru, Unri Siapkan Pendampingan dan Konseling

Prov. Riau Sabtu, 12 September 2026 - 10:15 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Screening Kesehatan Mental Mahasiswa Baru, Unri Siapkan Pendampingan dan Konseling

UPA BK Universitas Riau menggelar screening kesehatan mental bagi ratusan mahasiswa baru untuk mendeteksi dini berbagai persoalan psikologis, Jumat (11/9/2026). (Dok Kehumasan UNRI)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Memasuki lingkungan perkuliahan bukan hanya menuntut mahasiswa baru beradaptasi dengan sistem akademik, tetapi juga menghadapi berbagai perubahan sosial dan psikologis. Kondisi tersebut menjadi perhatian Universitas Riau (Unri) melalui pelaksanaan screening kesehatan mental bagi mahasiswa baru tahun 2026.

Screening yang digelar Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Unri tersebut berlangsung di Gedung Student Center Kampus Bina Widya, Jumat (11/9/2026). Ratusan mahasiswa baru dari berbagai fakultas mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi universitas untuk mengetahui kondisi psikologis mahasiswa sejak memasuki masa perkuliahan. Terlebih, masa transisi dari bangku sekolah menuju perguruan tinggi dapat menjadi periode yang cukup rentan terhadap munculnya kecemasan, stres akademik, hingga persoalan dalam penyesuaian diri.

Ketua UPA BK Unri, Dr. Separen, M.H., mengatakan kesehatan mental memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Menurutnya, mahasiswa baru perlu mendapat perhatian sejak awal agar persoalan psikologis yang muncul dapat dikenali dan ditangani sebelum berkembang lebih serius.

“Melalui screening ini kami ingin memetakan kondisi awal kesehatan mental mahasiswa baru. Tujuannya bukan untuk memberi label, tetapi untuk deteksi dini. Jika ada mahasiswa yang menunjukkan gejala stres berat, kecemasan, atau depresi serta lingkungan yang toxic, kami bisa segera lakukan pendampingan dan konseling lebih lanjut secara profesional dan rahasia,” ujar Dr. Separen.

Ia menyebutkan, UPA BK Unri juga didukung konselor dan psikolog berpengalaman, baik dari lingkungan Unri maupun mitra kerja sama. Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan.

Tak hanya untuk mendeteksi persoalan psikologis, hasil screening juga akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun program edukasi dan intervensi kesehatan mental yang lebih terarah bagi mahasiswa.

Dr. Separen menegaskan, mahasiswa Unri dapat memanfaatkan layanan konseling yang disediakan UPA BK secara gratis.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unri, Prof. Dr. Hermandra, M.A., menilai perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat.

“Mahasiswa yang sehat mentalnya akan lebih berprestasi dan berkarakter. Kami dari pimpinan universitas sangat mendukung penuh program ini. Ini sejalan dengan upaya Unri untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan memiliki kesejahteraan psikologis yang baik,” tuturnya.

Hermandra berharap mahasiswa baru tidak menganggap persoalan kesehatan mental sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Ia mendorong mahasiswa untuk terbuka dan memanfaatkan layanan konseling apabila menghadapi persoalan selama menjalani perkuliahan.

Melalui screening tersebut, Unri berharap kesadaran mahasiswa terhadap kesehatan mental semakin meningkat. Upaya ini sekaligus diarahkan untuk membangun lingkungan kampus yang suportif, inklusif, dan mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara akademik maupun personal. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya