- Home
- Prov. Riau
- Kabut Asap Belum Teratasi, Mahasiswa UIR-HMI Riau Desak Perhatian soal Beasiswa dan Anggaran Pemprov
Pekanbaru
Kabut Asap Belum Teratasi, Mahasiswa UIR-HMI Riau Desak Perhatian soal Beasiswa dan Anggaran Pemprov
Mahasiswa UIR dan HMI Riau menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Riau, Selasa (13/10/2026). (Dok Ist/goriau.com)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Riau melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Selasa (13/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, hingga kini kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti wilayah Riau dan mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.
Dalam orasinya, mahasiswa menyebut lebih dari 27 ribu warga Riau terdampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Mahasiswa menilai, kabut asap yang terjadi diduga kuat ada campur tangan dari korporasi atau perusahaan. Pemerintah dan aparat penegak hukum jangan hanya fokus pada pemadaman dan penangkapan masyarakat di bawah.
Menurutnya, Pemprov Riau dan aparat harus menindak tegas korporasi yang terlibat karhutla.
Selain itu, massa aksi juga mempertanyakan beasiswa untuk mahasiswa Riau yang sampai saat ini tidak ada kecuali beasiswa lanjutan.
Massa juga mempertanyakan kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan Pemprov Riau. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak tepat sasaran.
Pasalnya, di tengah kebijakan efisiensi, Pemprov Riau justru mengalokasikan anggaran lebih dari Rp130 miliar untuk sejumlah instansi vertikal. Anggaran tersebut di antaranya diperuntukkan bagi pembangunan rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Rumah Sakit Bhayangkara, dan Rumah Sakit TNI. (MNC/SP)













