Seputar Kampus
DLHK Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Unri, Ditargetkan Tahun Ini
Kolaborasi FISIP UNRI dan DLHK Kota Pekanbaru dalam seminar lingkungan turut mendorong peningkatan peran mahasiswa dalam pengelolaan sampah, termasuk rencana Waste Station di kampus. (Dok FISIP Unri)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru membuka peluang membangun Waste Station di lingkungan Universitas Riau (Unri). Rencana ini muncul setelah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri mengusulkan adanya fasilitas pengumpulan dan pemilahan sampah di kawasan kampus.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan pihaknya menyambut positif usulan tersebut. Menurutnya, keberadaan Waste Station di kampus dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Namun, pembangunan fasilitas tersebut masih harus melalui pembahasan bersama pihak Unri, terutama terkait ketersediaan dan kepastian lahan.
"Permintaan mereka (mahasiswa) terhadap Waste Station dilakukan di kampus Unri, kami sangat menyambut baik. Tentunya kami senang. Kalau memang seandainya ada lahan yang bisa dipergunakan untuk pembangunan Waste Station," ujar Reza beberapa waktu lalu.
Reza menjelaskan, kepastian lahan menjadi hal penting karena Waste Station yang direncanakan merupakan fasilitas permanen. DLHK tidak ingin fasilitas yang sudah dibangun nantinya harus dipindahkan karena persoalan status atau penggunaan lahan.
"Tapi yang pastinya terhadap lahan tersebut kita harus clear-kan dulu, jangan sampai ada permasalahan. Karena ini bentuknya kan permanen. Nanti ketika ini dibangun, jangan sampai pindah-pindah, tidak bagus," jelasnya.
Ia menyebutkan, DLHK selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak Unri untuk membahas lokasi yang memungkinkan digunakan sebagai tempat pembangunan fasilitas tersebut.
"Nanti kami akan kerja sama dengan Unri terhadap tempat, kalau mereka berkenan, tidak tertutup kemungkinan di Unri kita bangun satu untuk Waste Station. InsyaAllah tahun ini mudah-mudahan kita segerakan. Tapi intinya kita clear-kan lahan dulu," katanya.
Selain pembangunan fasilitas, Reza menilai keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan sampah juga memiliki nilai strategis. Mahasiswa dinilai dapat menjadi bagian dari upaya edukasi pengelolaan sampah, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari proses di hulu hingga penanganannya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
"Ini sangat besar manfaatnya apabila kita bergerak terkait lingkungan dengan melibatkan mahasiswa. Maka itu perlu memberikan pemahaman ke mahasiswa Unri, seperti sampah dari hulu ke hilirnya sampai ke TPA," ujarnya.
Jika terealisasi, Waste Station di lingkungan Unri tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pemilahan sampah. Fasilitas tersebut juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
DLHK berharap pembahasan bersama pihak kampus dapat segera dilakukan sehingga rencana pembangunan fasilitas tersebut memiliki lokasi yang jelas dan dapat direalisasikan. (MNC/SP)














