Seputar Kampus

Kolaborasi Unri-BRIN-PTPN IV-ITB Dorong Hilirisasi Riset Teknologi Sawit

Prov. Riau Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:19 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Kolaborasi Unri-BRIN-PTPN IV-ITB Dorong Hilirisasi Riset Teknologi Sawit

Kolaborasi Universitas Riau, BRIN, PTPN IV, dan ITB dalam pengembangan riset teknologi sawit ditandai dengan penandatanganan MoU di Ruang Kunto Darussalam, Lantai II Gedung Rektorat Universitas Riau. (Dok UNRI)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU — Universitas Riau (Unri) membuka peluang lebih luas bagi pengembangan riset teknologi sawit melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Kunto Darussalam, Lantai II Gedung Rektorat Universitas Riau.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mempertemukan kekuatan perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri dalam menghasilkan riset yang dapat diterapkan dan memberi nilai tambah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unri, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., menandatangani dokumen kerja sama tersebut dengan disaksikan oleh Rektor Unri, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si. Dari BRIN, penandatanganan dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur, Dr. Ir. Hens Saputra, M.Eng., IPU, bersama perwakilan PTPN IV dan ITB.

Rektor Unri Prof. Sri Indarti mengatakan, kolaborasi lintas institusi menjadi peluang penting untuk membawa hasil penelitian dari lingkungan akademik menuju pemanfaatan yang lebih luas.

Menurutnya, keterlibatan lembaga riset dan industri akan memperkuat kapasitas Unri dalam mengembangkan riset terapan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi Universitas Riau untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkuat kapasitas riset dan inovasi. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui program-program konkret yang memberikan dampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan, industri, dan masyarakat,” ujar Sri Indarti.

Ia menilai sinergi perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia industri juga membuka ruang yang lebih besar untuk mengoptimalkan hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai kajian akademik.

Melalui kerja sama tersebut, Unri berkomitmen membangun ekosistem riset yang produktif dan adaptif, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan sektor industri.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur BRIN Dr. Hens Saputra menilai Unri memiliki posisi strategis dalam kolaborasi tersebut, khususnya karena kuatnya keterkaitan riset Unri dengan sektor kelapa sawit.

“Kolaborasi antara BRIN, Universitas Riau, industri, dan perguruan tinggi seperti ITB diharapkan dapat mempertemukan kekuatan masing-masing pihak, mulai dari sumber daya manusia, fasilitas riset, hingga pengembangan dan pemanfaatan teknologi,” kata Hens.

Ia menambahkan, keterkaitan Unri dengan teknologi dan riset kelapa sawit membuat kerja sama ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi riset yang lebih aplikatif.

“Apalagi kolaborasi dengan Unri dianggap penting mengingat Unri sangat erat kaitannya dengan teknologi sawit dan riset-risetnya tentang sawit. Tentu sinergi ini semakin penting agar hasil riset dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun industri,” ungkapnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program riset bersama, pengembangan teknologi, serta pemanfaatan hasil penelitian yang dapat memperkuat industri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya