Seputar Kampus

Rektor Terpilih Unri Ahmad Fadli Bawa 8 Agenda Strategis untuk Periode 2026–2030

Prov. Riau Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:33 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Rektor Terpilih Unri Ahmad Fadli Bawa 8 Agenda Strategis untuk Periode 2026–2030

Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D. (Dok Ist)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D., terpilih sebagai Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026-2030 dengan membawa sejumlah agenda strategis untuk meningkatkan daya saing kampus. Delapan strategi disiapkannya, mulai dari penguatan reputasi akademik, hilirisasi riset, hingga transformasi digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ahmad Fadli yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Unri meraih 53 suara dalam pemilihan rektor melalui Rapat Senat Tertutup di Ruang Indragiri, Gedung Rektorat Kampus Bina Widya, Panam, Pekanbaru, Selasa (13/10/2026).

Ia mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., yang memperoleh 29 suara, dan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si. dengan 12 suara.

Terpilihnya Ahmad Fadli menjadi langkah awal menuju kepemimpinan baru Unri untuk periode empat tahun mendatang. Selanjutnya, hasil pemilihan akan diusulkan kepada menteri terkait untuk proses penetapan dan pelantikan, menggantikan Rektor Unri saat ini, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unri, Dr. H.M. Rasuli, SE., M.Si., Ak., CA., ACPA, menyampaikan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Usai dinyatakan unggul dalam pemungutan suara, Ahmad Fadli menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan kemenangan bersama seluruh sivitas akademika Unri.

“Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh sivitas akademika Unri. Saatnya kita bersatu membangun Unri yang lebih unggul dan berdampak,” ujar Ahmad Fadli.

Dalam agenda kepemimpinannya, penguatan reputasi akademik menjadi salah satu prioritas utama. Ia ingin mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi internasional agar Unri semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun global.

Selain itu, Ahmad Fadli menargetkan hasil penelitian kampus dapat memberikan manfaat lebih luas melalui pengembangan UNRI-RIC Hub sebagai pusat komersialisasi inovasi. Melalui program tersebut, riset diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga berkembang menjadi produk dan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta dunia industri.

Di bidang teknologi, ia menawarkan konsep Smart and Integrated University serta UNRI-SDC 5.0 berbasis AI. Transformasi digital ini diarahkan untuk mengintegrasikan sistem kampus sekaligus meningkatkan efektivitas tata kelola perguruan tinggi.

Pengembangan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari rencana tersebut. Ahmad Fadli menyiapkan program UNRI-DPAP untuk mempercepat pendidikan doktor serta UNRI-GRAP guna memperluas jejaring global.

Dari sisi tata kelola, ia mendorong penerapan meritokrasi, transparansi data, dan prinsip keberlanjutan. Kolaborasi lintas fakultas serta penguatan kemitraan nasional dan internasional turut menjadi bagian dari strategi untuk membangun ekosistem akademik yang lebih kompetitif.

Pada sektor pendidikan, pengembangan pendidikan vokasi dan perluasan mobilitas internasional mahasiswa juga menjadi perhatian.

Sementara itu, persoalan manajerial, infrastruktur, dan kemandirian pendanaan sebagai Perguruan Tinggi Negeri berstatus Badan Layanan Umum (PTN-BLU) masuk dalam agenda yang ingin diperkuat.

Ahmad Fadli menekankan bahwa transformasi Unri harus tetap berpijak pada identitas lokal dan kebutuhan masyarakat Riau. Karena itu, pengembangan pendidikan, riset, teknologi, dan tata kelola perlu diarahkan agar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Dengan delapan strategi tersebut, kepemimpinan baru Unri diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas riset, memperluas kolaborasi, serta mendorong inovasi kampus agar semakin berdampak bagi masyarakat. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya