Seputar Kampus

Pakar Gambut Unri Dilibatkan Presiden Tangani Karhutla, Rektor: Kami Bangga

Prov. Riau Kamis, 08 Oktober 2026 - 11:40 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Pakar Gambut Unri Dilibatkan Presiden Tangani Karhutla, Rektor: Kami Bangga

Rektor Unri Prof. Sri Indarti dan Wakil Rektor Ir. Sofyan Husein bersama tim CPDS membahas keterlibatan mereka dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan lahan gambut. (Dok Unri)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU — Kiprah Universitas Riau (Unri) dalam riset dan pengelolaan lahan gambut mendapat perhatian hingga tingkat nasional. Tim Pusat Unggulan Iptek (PUI) Gambut dan Kebencanaan atau Center for Peatland and Disaster Studies (CPDS) Unri sebelumnya diundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Istana Negara untuk memberikan masukan terkait penanganan kebakaran lahan gambut.

Pertemuan tersebut berlangsung pada 24 September 2026. Tim CPDS Unri menjadi bagian dari 22 pakar gambut nasional yang dimintai pandangan mengenai penanganan kebakaran lahan gambut serta pengelolaan lanskap gambut berbasis sains dan teknologi.

Sepulang dari pertemuan tersebut, tim CPDS yang terdiri dari Dr. Sigit Sutikno, Associate Professor Dr. Haris Gunawan, M.Sc., dan Dr. Arifudin melaporkan perkembangan tersebut kepada Rektor Unri Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., di Kampus Bina Widya, Selasa (6/10/2026).

Prof. Sri Indarti menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada akademisi Unri. Menurutnya, keterlibatan tim CPDS dalam memberikan masukan kepada Presiden menunjukkan bahwa hasil pemikiran dan riset yang dikembangkan sivitas akademika Unri memiliki kontribusi dalam menjawab persoalan bangsa.

“Kami sangat bangga. Akademisi Unri mendapat apresiasi dari Presiden karena kontribusi pemikirannya dalam mengatasi permasalahan bangsa. Ini kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Sri Indarti.

Ia menegaskan Unri akan terus memperkuat CPDS, baik melalui dukungan sarana dan prasarana maupun program-program unggulan yang telah disiapkan.

Beberapa program tersebut antara lain Sekolah Restorasi Gambut (SRG), Echo Learning Stay (ELS), serta Summer School on Tropical Peatlands. Program-program tersebut diharapkan semakin memperluas kontribusi Unri dalam bidang gambut dan kebencanaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unri, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., mengatakan universitas juga menyiapkan dukungan anggaran secara rutin untuk pengembangan CPDS.

“Ke depan, CPDS akan terus kami dukung dengan penganggaran rutin dari universitas. Kontribusinya nyata membuat Unri semakin terbilang di kancah nasional dan internasional,” katanya.

Ketua CPDS Unri, Dr. Sigit Sutikno, menyambut dukungan tersebut. Ia mengatakan kepercayaan dari Presiden sekaligus dukungan pimpinan universitas menjadi dorongan bagi timnya untuk terus menghasilkan solusi berbasis sains dan teknologi.

“Dukungan Rektor dan Wakil Rektor menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan solusi berbasis sainstek bagi pengelolaan gambut dan mitigasi bencana, dari Riau untuk Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, CPDS Unri juga akan menggelar International Conference on Peatland Research and Innovation (ICOPRI) 2026 pada 31 Oktober mendatang.

Dalam konferensi tersebut, sejumlah program unggulan CPDS direncanakan diluncurkan bersama Menteri Lingkungan Hidup.

Dengan rangkaian dukungan tersebut, CPDS Unri diarahkan tidak hanya menjadi pusat kajian gambut di tingkat daerah, tetapi juga semakin kuat sebagai rujukan nasional dan internasional dalam pengelolaan gambut serta mitigasi bencana. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya