- Home
- Prov. Riau
- Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional, Ratusan Mahasiswa Unri Unjuk Rasa di DPRD Riau
Seputar Kampus
Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional, Ratusan Mahasiswa Unri Unjuk Rasa di DPRD Riau
Mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar unjuk rasa di depan Gerbang Gedung DPRD Riau pada Senin (26/10/2026). (dok ist/cakaplah)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) kembali menggelar unjuk rasa di depan Gerbang Gedung DPRD Riau, Senin (26/10/2026). Mereka mendesak pemerintah untuk menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Muhammad Azhari, dalam orasinya menyampaikan bahwa sudah ribuan masyarakat Riau yang terdampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) karena kabut asap. Akan tetapi tidak ada langkah konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan kabut asap dan karhutla ini.
Mereka menduga, kebakaran yang terjadi ada unsur kesengajaan dengan tujuan untuk membuka lahan baru. Karena itu, mereka juga mendesak aparat untuk mengusut dalang dari pelaku-pelaku karhutla.
Menurutnya, banyak kebakaran yang terjadi berada di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola oleh korporasi.
"Jangan hanya mereka yang membakar ditangkap, tapi usut tuntas siapa dalang di balik kebakaran ini," teriak Azhari.
Mereka juga meminta pemerintah untuk mengaudit korporasi pemegang konsesi HTI dan perkuat penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Bahkan mereka mendesak untuk pencabutan izin perusahaan yang terindikasi menjadi penyebab karhutla.
Selain itu, mahasiswa Unri ini ingin pemerintah benar-benar menegakkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016.
Kemudian mereka meminta pemerintah untuk memberikan keadilan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Mahasiswa juga mendesak pencopotan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang notabene orang Riau. Serta meminta agar DPRD Riau memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pembahasan anggaran penyelesaian persoalan karhutla. (MNC/SP)














