Kuansing
Kukerta Unri Bangun Taman TOGA di Pauh Angit, Kenalkan Belasan Tanaman Herbal kepada Warga
Taman edukasi TOGA oleh mahasiswa Unri menjadi salah satu program tim Kukerta Berdampak Desa Pauh Angit untuk mengenalkan tanaman herbal dan pemanfaatannya kepada masyarakat. (Dok IKA Unri)
SURATKABARGENTA.ID, KUANTAN SINGINGI — Tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Pauh Angit, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, tak sekadar ditanam untuk menghijaukan lingkungan. Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau (UNRI) 2026 menjadikannya sebagai sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Program tersebut diwujudkan melalui penanaman berbagai tanaman herbal di sekitar Balai Desa Pauh Angit. Setiap tanaman kemudian dilengkapi plang informasi yang memuat nama tanaman, nama latin, serta informasi mengenai manfaatnya.
Ketua Tim Kukerta UNRI Desa Pauh Angit, Fadil Zul Bai Haqi, mengatakan pemilihan lahan di sekitar balai desa dilakukan karena lokasinya mudah diakses masyarakat.
“Kami melihat potensi pekarangan Balai Desa Pauh Angit sangat baik. Melalui pemasangan plang informasi ini, masyarakat tidak hanya dapat memanfaatkan tanaman secara fisik, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai nama latin dan khasiat herbal sebagai pengetahuan kesehatan keluarga secara mandiri,” ujar Fadil.
Beragam tanaman ditanam dalam taman tersebut, di antaranya kunyit, lidah buaya, sereh, lengkuas, seledri, kumis kucing, kencur, cabai, sambiloto, keji beling, cocor bebek, jariangau, dan jahe.
Keberadaan plang informasi menjadi bagian penting dari konsep taman tersebut. Masyarakat yang berkunjung dapat mengenali jenis tanaman sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatannya.
Program ini juga melibatkan perangkat Desa Pauh Angit, kader PKK, dan masyarakat. Keterlibatan tersebut diharapkan membuat taman TOGA tetap terawat dan dapat dimanfaatkan setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan Kukerta.
Kepala Desa Pauh Angit, Sustiaji, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, taman TOGA memberikan manfaat ganda karena memperindah lingkungan sekaligus menjadi ruang belajar bagi masyarakat.
“Keberadaan taman edukasi TOGA ini tidak hanya memperindah lingkungan sekitar balai desa, tetapi juga memberikan nilai edukatif bagi kader PKK dan masyarakat,” ujar Sustiaji.
Selain menjadi sarana pengenalan tanaman herbal, program tersebut membawa pesan tentang pentingnya memanfaatkan lingkungan secara produktif. Lahan yang sebelumnya kosong diarahkan menjadi ruang hijau yang memiliki fungsi edukasi.
Penanaman TOGA dan pemasangan plang informasi herbal ini merupakan bagian dari program Kukerta Desa BERSERI (Bersih Sekam, Energi, dan Informasi Digital) Desa Pauh Angit.
Mahasiswa Kukerta UNRI berharap taman tersebut dapat dikembangkan dan dirawat secara berkelanjutan oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Ke depan, taman TOGA juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak, kader PKK, dan generasi muda untuk mengenal tanaman herbal serta pentingnya menjaga lingkungan. (MNC/SP)














