Pendidikan
Pemerintah Upayakan Pemberdayaan Keluarga Miskin, 40 Ribu Anak Telah Masuk Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat Cirebon. (Dok Pemkab Cirebon)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Pemerintah terus memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui sektor pendidikan, salah satunya melalui Sekolah Rakyat.
Sekolah ini tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga mendorong para orang tua mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar usai upacara peringatan Hari Santri Nasional ke-11 di Pondok Pesantren Darel Hikmah, Pekanbaru, Kamis (22/10/2026), mengatakan, sekitar 40 ribu anak dari keluarga miskin telah mendapatkan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Sejalan dengan itu, orang tua anak-anak Sekolah Rakyat itu juga mendapatkan pembinaan.
"Agar, mereka mampu mengembangkan usaha dan menjadi pelaku ekonomi mandiri," ujarnya.
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong keluarga penerima bantuan sosial (bansos). Supaya, keluarga penerima bansos dapat meningkatkan taraf hidup dan keluar dari ketergantungan terhadap bantuan pemerintah.
“Graduasi sudah dilakukan, termasuk pemberdayaan melalui pendidikan lewat Sekolah Rakyat. Orang tuanya juga kami graduasi dari penerima bansos menjadi pelaku bisnis,” ucap Cak Imin, panggilan akrabnya.
Pemberdayaan keluarga tidak cukup hanya dilakukan dengan memberikan bansos. Pemerintah juga perlu membangun kemampuan masyarakat agar mampu menciptakan sumber penghasilan sendiri dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
"Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan. Sedangkan orang tua mereka didorong menjadi pengusaha dan pelaku ekonomi yang mandiri," jelas Cak Imin.
Pendekatan-pendekatan sepert ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. Dengan demikian, jumlah penerima bansos diharapkan berkurang seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Pada saatnya, kami akan sampai pada tahap para penerima bansos berkurang jumlahnya. Karena, mereka nantinya telah menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan pelaku ekonomi,” harap Cak Imin. (MNC/SP)














