- Home
- Prov. Riau
- Lewat URICSET 2026, Unri Rangkul Inovator Global Demi Menjaga Ekosistem
Seputar Kampus
Lewat URICSET 2026, Unri Rangkul Inovator Global Demi Menjaga Ekosistem
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau sukses melaksanakan URICSET 2026 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (22/10/2026). (Dok Unri)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) mendorong kolaborasi riset lintas negara untuk mengembangkan ekonomi biru dan memperkuat pembangunan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Universitas Riau International Conference on Science Engineering and Technology (URICSET) 2026 yang diikuti 315 peserta dari dalam dan luar negeri.
Konferensi yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri itu berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (22/10/2026). Peserta mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting.
Rektor Unri, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., mengatakan konferensi tersebut menjadi kesempatan bagi akademisi, peneliti, dan inovator untuk memperluas jejaring serta menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan dalam menjawab persoalan pembangunan.
“Semoga konferensi ini bisa menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan hasil penelitian, yang mampu mendorong lahirnya kolaborasi riset baru serta solusi konkret yang dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat dan lingkungan,” ujar Sofyan dalam sambutannya.
URICSET 2026 mengangkat tema “Fostering Blue Economy and Sustainable Development through Science, Technology, and Environmental Innovation”. Tema ini menyoroti peran sains, teknologi, dan inovasi lingkungan dalam menyeimbangkan pemanfaatan sumber daya alam dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem.
Menurut Sofyan, pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan. Aspek kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam juga perlu menjadi perhatian dalam setiap kebijakan dan inovasi pembangunan.
“Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian ekosistem, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan sains dan teknologi perlu diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi biru, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui konferensi ini, Unri berharap pertukaran gagasan dan hasil penelitian dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan sains, rekayasa, dan teknologi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan melibatkan ratusan peserta, URICSET 2026 menjadi salah satu ruang akademik untuk mempertemukan pengetahuan dan inovasi dengan kebutuhan pembangunan, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. (MNC/SP)














