Seputar Kampus

Jelang HUT RI, 3 Rektor PTS Riau Dorong Mahasiswa Jadi Pelaku Perubahan

Prov. Riau Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:30 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Jelang HUT RI, 3 Rektor PTS Riau Dorong Mahasiswa Jadi Pelaku Perubahan

Rektor Universitas Islam Riau, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H. Tiga rektor PTS di Riau menyampaikan pesan kepada generasi muda agar mengisi kemerdekaan dengan inovasi, menjaga integritas, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah. (Dok Diskominfo Riau)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, tiga pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Riau menyampaikan pesan khusus kepada para generasi muda. Mereka mengajak para mahasiswa untuk tidak sekadar mengenang sejarah kepahlawanan, melainkan ikut andil memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Pesan kebangsaan tersebut disampaikan langsung oleh para akademisi yang menjabat sebagai Rektor di Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Universitas Islam Riau, dan Universitas Lancang Kuning. Ketiga pimpinan kampus ini sepakat bahwa pemuda memiliki peran krusial dalam menentukan arah masa depan bangsa di era transformasi digital.

Kekuatan Inovasi Digital

Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Assoc. Prof. Ns. Lita, M.Kep., Ph.D, menyebutkan bahwa kemerdekaan merupakan ruang bagi pemuda untuk tumbuh secara maksimal.

Generasi muda Riau dituntut untuk segera bertransformasi menjadi pencipta inovasi, bukan lagi sekadar pengguna teknologi pasif. Ia menilai pendidikan, kreativitas, kewirausahaan, serta kepedulian sosial harus digabungkan menjadi pilar utama pembangunan daerah.

"Memaknai Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, bagi saya bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana kita melanjutkan perjuangan tersebut melalui karya, pendidikan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi bangsa," ujar Prof. Lita.

Lebih lanjut, Lita berpesan agar para pemuda tidak sekadar menjadi penonton di tengah cepatnya arus perubahan zaman. Mahasiswa didorong untuk mengambil peran sebagai pelaku sekaligus pencipta perubahan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Tugas generasi penerus saat ini dinilai sama pentingnya dengan pengorbanan para pahlawan di masa lampau.

"Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah menjaga kemerdekaan dan mengisinya dengan kemajuan, inovasi, serta kontribusi terbaik untuk Indonesia dan Riau," tambahnya.

Jauhi Perilaku Menyimpang

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Riau, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., terkait esensi peringatan kemerdekaan tahun ini. Ia menilai momen bersejarah ini sebagai langkah nyata untuk melanjutkan perjuangan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita negara.

Keberlanjutan perjuangan bangsa tersebut dinilai sangat bergantung pada kesiapan pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan global.

"Peringatan hari kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dapat dimaknai sebagai momentum keberlanjutan perjuangan yang sungguh-sungguh oleh seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan negara," kata Prof. Admiral.

Oleh karena itu, para pemuda diminta memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengasah potensi intelektual, emosional, dan spiritual mereka. Peningkatan kapasitas diri ini diyakini mampu membentengi generasi muda dari berbagai ancaman di lingkungan sosial.

Prof. Admiral secara khusus mengingatkan generasi penerus untuk menjauhi berbagai ancaman yang dapat merusak moral.

"Hindarkan diri dari hal-hal yang merusak masa depan diri dan juga bangsa seperti pergaulan bebas dan/atau menyimpang, narkoba, judi termasuk judi online," tegasnya.

Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Sementara itu, Rektor Universitas Lancang Kuning, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., menekankan pentingnya penguatan daya saing bangsa melalui pembentukan karakter. Peringatan kemerdekaan ini harus dijadikan motivasi utama bagi mahasiswa untuk terus belajar dan mengabdi kepada daerah.

"Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diisi dengan karya nyata. Di tahun 2026, memaknai kemerdekaan berarti memperkuat daya saing bangsa melalui pendidikan, inovasi, dan karakter," ujarnya.

"Zaman sekarang menuntut kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan berintegritas. Harapan saya, lahir dari kampus ini generasi muda yang berpikir kritis, berjiwa pemimpin, dan memiliki semangat membangun daerah," ungkap Prof. Junaidi.

Ia juga menaruh harapan besar agar para lulusan universitas mampu menjadi penyedia lapangan pekerjaan baru di masa depan. "Jadilah lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan demi menghormati perjuangan para pendiri bangsa," pungkasnya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya