- Home
- Prov. Riau
- Dapat Hibah Dana Indonesiaraya, 2 Dosen Unilak Siap Gaungkan Sastra Melayu Riau di Negeri Sakura
Seputar Kampus
Dapat Hibah Dana Indonesiaraya, 2 Dosen Unilak Siap Gaungkan Sastra Melayu Riau di Negeri Sakura
Dua dosen FIB Unilak, Jefrizal dan M. Mukrizal, berhasil meraih Hibah Dana Indonesiaraya 2026 untuk membawa dan memperkenalkan Sastra Melayu Riau ke Jepang. (Dok Ist)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU — Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dua dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak, Jefrizal dan M. Mukrizal, S.S.I., M.M., berhasil meraih Hibah Dana Indonesiaraya 2026. Melalui hibah tersebut, keduanya dipercaya membawa dan memperkenalkan khazanah Sastra Melayu Riau ke Negeri Sakura, Jepang.
Keberhasilan ini bukan kebetulan. Program diplomasi budaya bertajuk “Siar Sastra Melayu di Negeri Matahari Terbit” akan membawa tim delegasi Riau ke The University of Shiga Prefecture pada 14–18 Oktober 2026 mendatang.
Di sana, Unilak akan tampil bersama akademisi, seniman, dan komunitas Melayu untuk memperkenalkan kekayaan budaya Riau langsung ke masyarakat internasional.
“Kami tidak sekadar tampil. Ini misi besar untuk menunjukkan bahwa sastra Melayu hidup dan relevan,” ujar Jefrizal.
Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Unilak ini menegaskan, timnya akan memperkenalkan berbagai tradisi lisan Riau yang sudah mendunia. Mulai dari Syair Surat Kapal dari Indragiri Hulu, Dodoi Siak, mantra, hingga Pantun Melayu yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Tak hanya seminar akademik, delegasi Unilak juga akan menggelar lokakarya sastra dan pertunjukan seni kolaboratif bersama biduan Melayu, Siska Armiza yang juga sebagai alumni Pascasarjana Unilak. Tujuannya satu: membuat audiens Jepang merasakan langsung musikalitas, filosofi, dan estetika sastra Melayu.
Sementara itu, M. Mukrizal menambahkan bahwa keikutsertaan FIB Unilak adalah langkah strategis. “Alhamdulillah rasanya senang dan bangga. Berkat dukungan pimpinan Unilak, fakultas, dan teman-teman,” ungkapnya.
Kolaborasi ini juga melibatkan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis. Dari Lancang Kuning kini budaya Melayu Riau bersiap menggema di Jepang. Harapannya, program ini tidak berhenti di pertunjukan, tapi menjadi jembatan panjang antara akademisi dan budaya Indonesia-Jepang.
Sebagai informasi Mukhrizal merupakan dosen muda Unilak kelahiran pulau Rupat yang masih berusia 27 tahun namun telah mampu tampil di panggung budaya tingkat provinsi, regional, dan nasional.
Bakat dan kecintaan tentang budaya khusus gambus terus terasah dan berkembang sejak di bangku kuliah di Fakultas Ilmu Budaya Unilak.
Sementara Jefrizal malang melintang di panggung kebudayaan tingkat nasional dan kawasan ASEAN, serta pernah memenangkan lomba puisi di kawasan ASEAN. Dan telah melahirkan sejumlah album lagu bersama Sagu Band. (MNC/SP)














