Pekanbaru

KPU Riau Bersama Unri Bahas Optimalisasi Pendidikan Pemilih bagi Generasi Z

Prov. Riau Rabu, 02 September 2026 - 07:32 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
KPU Riau Bersama Unri Bahas Optimalisasi Pendidikan Pemilih bagi Generasi Z

KPU Provinsi Riau bersama Tim Peneliti Universitas Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas optimalisasi pendidikan pemilih untuk meningkatkan partisipasi politik Generasi Z di Riau. (Dok KPU Riau)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau bersama Tim Peneliti Universitas Riau (Unri) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Optimalisasi Pendidikan Pemilih Guna Mengembangkan Partisipasi Politik Generasi Z di Provinsi Riau.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor KPU Provinsi Riau tersebut diikuti Anggota KPU Provinsi Riau Nugroho Noto Susanto, Nahrawi, dan Supriyanto, pejabat struktural serta staf Sekretariat KPU Provinsi Riau yang membidangi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat. Sejumlah mahasiswa magang dari beberapa perguruan tinggi di Pekanbaru juga turut hadir sebagai representasi Generasi Z.

FGD menjadi ruang bertukar gagasan antara KPU Riau dan Tim Peneliti Unri yang terdiri atas Dr. Hambali, M.Si., Dr. Hariyanti, M.Pd., dan Hamdi Abdullah Hasibuan, M.Pd. Diskusi difokuskan pada pengembangan pendidikan pemilih yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan generasi muda, khususnya Generasi Z.

Ketua Tim Peneliti Unri, Dr. Hambali, M.Si. mengatakan pendidikan pemilih perlu diarahkan tidak sekadar memberikan pengetahuan mengenai pemilu, tetapi juga membangun Generasi Z sebagai subjek dalam kehidupan demokrasi.

“Pendidikan pemilih tidak cukup hanya memberikan pengetahuan tentang pemilu. Kita perlu mendorong transformasi Generasi Z dari penerima informasi menjadi subjek demokrasi yang memiliki pengetahuan, kesadaran kritis, keterampilan, pengalaman, dan kapasitas untuk berpartisipasi secara aktif, bertanggung jawab, serta berkelanjutan,” ujar Hambali.

Ia menilai media sosial memiliki posisi penting dalam membentuk pola interaksi politik Generasi Z. Karena itu, ruang digital perlu dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat memperoleh informasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan keterampilan berdemokrasi.

“Media sosial merupakan ruang publik yang sangat dekat dengan Generasi Z. Tantangannya adalah bagaimana ruang tersebut tidak hanya menjadi tempat menerima informasi yang viral, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, berdiskusi, berdeliberasi, dan mengembangkan keterampilan berdemokrasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Riau yang juga Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM, Nugroho Noto Susanto, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu untuk menghadirkan pendidikan pemilih yang lebih relevan dengan karakter generasi muda.

Menurutnya, pendidikan pemilih perlu diarahkan untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memahami penggunaan hak pilih, tetapi juga memiliki pengetahuan, sikap kritis, dan keterampilan dalam kehidupan demokrasi.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar pemilih yang datang ke TPS, tetapi generasi muda yang memahami demokrasi, kritis terhadap informasi politik, mampu menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, dan mau terlibat dalam kehidupan demokrasi secara berkelanjutan,” ujarnya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya