- Home
- Prov. Riau
- Perluas Jejaring ke Timur Tengah, Unri Buka Pintu Mobilitas Akademik ke Yordania
Seputar Kampus
Perluas Jejaring ke Timur Tengah, Unri Buka Pintu Mobilitas Akademik ke Yordania
Wakil Rektor Unri Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar bersama Prof. Abd Alsalam Atwa Al-Fandi dari Applied Science Private University (ASU) Yordania menandatangani LoI kerja sama akademik di Gedung Rektorat Unri, Selasa (1/9/2026). (Dok UNRI)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan pengalaman akademik internasional melalui kerja sama dengan Applied Science Private University (ASU), Yordania.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Unri dan ASU di Ruang Kunto Darussalam, Gedung Rektorat Unri, Selasa (1/9/2026).
LoI ditandatangani Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unri Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil. bersama Prof. Abd Alsalam Atwa Al-Fandi, Dean of Sharia and Islamic Studies ASU yang memimpin delegasi perguruan tinggi asal Yordania tersebut.
Kerja sama ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang program akademik yang dapat melibatkan langsung sivitas akademika kedua perguruan tinggi.
Salah satu yang menjadi fokus pembahasan adalah student and staff mobility. Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan bagi mahasiswa maupun tenaga akademik Unri dan ASU untuk merasakan lingkungan pendidikan internasional, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring akademik lintas negara.
Selain mobilitas, kedua pihak juga membahas peluang collaborative teaching, seminar, penelitian bersama, hingga publikasi ilmiah kolaboratif.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unri Dr. Sofyan Husein Siregar mengatakan, kerja sama internasional harus diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika.
“Bagi Universitas Riau, kerja sama internasional bukan sekadar membangun jejaring, tetapi bagaimana jejaring tersebut diterjemahkan menjadi program akademik yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Sofyan.
Menurutnya, kemitraan dengan ASU memberikan peluang untuk memperkuat mobilitas mahasiswa dan staf sekaligus mengembangkan collaborative teaching yang dapat memberikan pengalaman akademik internasional bagi kedua universitas.
Kunjungan lima anggota delegasi ASU ke Unri menjadi momentum untuk membahas berbagai bentuk kolaborasi yang berpotensi segera direalisasikan. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik diharapkan tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian dan publikasi bersama.
Setelah penandatanganan LoI, kedua institusi akan melanjutkan pembahasan menuju penyusunan dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Bagi Unri, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah. Kemitraan dengan ASU diharapkan menjadi pintu masuk bagi lebih banyak program kolaborasi internasional yang melibatkan mahasiswa dan dosen secara langsung.
Melalui kerja sama yang berorientasi pada program nyata, Unri terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang semakin terbuka terhadap pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan jejaring global. (MNC/SP)














