Seputar Kampus

Punya Pusat Keunggulan Stunting, Poltekkes Kemenkes Riau Tingkatkan Sinergi dengan Pemprov

Prov. Riau Selasa, 29 September 2026 - 18:35 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Punya Pusat Keunggulan Stunting, Poltekkes Kemenkes Riau Tingkatkan Sinergi dengan Pemprov

Audiensi Pemprov Riau dan Poltekkes Kemenkes Riau membahas sinergi lintas sektor untuk mendukung percepatan penurunan stunting, Selasa (29/9/2026). (Dok Diskominfo Riau)

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau memperkuat sinergi dengan Poltekkes Kemenkes Riau dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan pembangunan kesehatan daerah. Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama jajaran Poltekkes Kemenkes Riau di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau, Selasa (29/9/2026).

Kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi kesehatan dinilai penting untuk memperkuat intervensi kesehatan melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Poltekkes Kemenkes Riau sebelumnya telah menjalankan berbagai program melalui Pusat Keunggulan Stunting, termasuk keterlibatan dalam penanganan stunting di Kabupaten Kampar.

Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan perguruan tinggi kesehatan memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi terhadap berbagai program pembangunan kesehatan daerah. Karena itu, Pemprov Riau membuka ruang sinergi agar potensi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat dapat semakin terintegrasi dengan program pemerintah.

"Upaya penurunan stunting membutuhkan kerja bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan kesehatan," ucap SF Hariyanto.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dapat memperkuat program pemerintah melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan serta inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat. Hasil penelitian dan inovasi dari institusi pendidikan kesehatan juga perlu terus didorong agar memberikan manfaat yang lebih luas.

"Sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat sehingga berbagai inovasi dan hasil penelitian dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan di masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Riau Rully Hevrialni mengatakan pihaknya memiliki Pusat Keunggulan Stunting yang selama sekitar empat tahun telah berkontribusi dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Kampar. Program tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen melalui berbagai kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

"Kami memiliki Pusat Keunggulan Stunting dan sudah membuktikan kontribusi nyata selama lebih kurang empat tahun di Kabupaten Kampar, dan terbukti terjadi penurunan sekitar 14 persen untuk stunting," katanya.

Ia menjelaskan, kontribusi Poltekkes Kemenkes Riau tidak hanya dilakukan melalui praktik mahasiswa, tetapi juga penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang dikembangkan dosen. Berbagai hasil kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan solusi terhadap persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

"Kontribusi kami tidak hanya melalui peran mahasiswa saat Praktik Kerja Terpadu, tetapi juga melalui penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi dari dosen-dosen kami," ujarnya.

Rully mengatakan sinergi dengan Pemprov Riau sejalan dengan agenda Riau Sehat, khususnya dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Ia menyebut angka prevalensi stunting Riau yang berada pada angka 20,1 persen menjadi salah satu gambaran pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor.

Ia menambahkan, Poltekkes Kemenkes Riau siap terus berkontribusi bersama Pemprov Riau, organisasi perangkat daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pembangunan kesehatan di daerah. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya