Terpilih Jadi Ketum FKPMR, Mambang Mit Bertekad Perkuat Peran Pemuka Masyarakat

Prov. Riau Selasa, 13 Januari 2026 - 15:18 WIB  |   Redaktur : Zulkifli Ali  
Terpilih Jadi Ketum FKPMR, Mambang Mit Bertekad Perkuat Peran Pemuka Masyarakat

Mambang Mit menerima pataka FKPMR dari pimpinan sidang Saleh Djasit dan Wan Thamrin Hasyim.

SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – H Raja Mambang Mit terpilih menjadi Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) dalam Musyawarah Khusus yang berlangsung di Gedung Dang Merdu, Pekanbaru, Senin (12/1/2026). Ia meraih 27 suara melebihi suara tiga calon ketua lainnya.

Mantan Gubernur Riau itu melanjutkan masa bakti dari ketum sebelumnya, H Chaidir, yang wafat pada Selasa (18/11/2025). Sedang calon lainnya, Azlaini Agus meraih 15 suara, Edi Natar Nasution 14 suara, dan Syamsurizal 4 suara.

Total suara yang digunakan dalam pemilihan ini sebanyak 60 suara. Berasal dari dari anggota Majelis Kehormatan FKPMR dan Majelis Anggota FKPMR.

Usai penetapan hasil, pimpinan sidang yang terdiri dari H Saleh Djasit, Hj Azlaini Agus, dan Wan Thamrin Hasyim langsung menerbitkan Surat Keputusan Ketua Umum FKPMR Pengganti Antar Waktu Masa Khidmat 2025–2030. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan pataka FKPMR kepada Mambang Mit sebagai simbol kepemimpinan yang sah.

Di awal musyawarah, muncul lima nama sebagai calon. Selain yang empat di atas, ada pula Prof. Tengku Dahril. Namun di tengah penyampaian pandangan, Prof. Tengku Dahril memilih mengundurkan diri.

Musyawarah kemudian sepakat menyerahkan keputusan akhir kepada Majelis Kehormatan FKPMR sebagai lembaga penimbang adat dan kebijaksanaan organisasi.

Sidang pemilihan dipimpin oleh Brigjen Purn. Saleh Djasit bersama Wan Thamrin Hasyim dan Hj. Azlaini Agus. Pemungutan suara berlangsung tertib, dalam suasana adat yang dijunjung dan etika organisasi yang dijaga.

Terpilihnya Mambang Mit menandai kepercayaan Majelis Kehormatan dan pemuka masyarakat kepada sosok yang dinilai mampu menjadi tali pengikat di tengah beragam pandangan dan kepentingan.

Dalam konteks Melayu, kemenangan ini bukan semata soal angka, melainkan amanah yang mesti dipikul dengan adil dan saksama.

Musyawarah khusus ini memperlihatkan bahwa FKPMR masih berpegang pada asas adat dan mufakat, meski perbedaan pandangan tak terelakkan.

Tantangan ke depan bagi Ketua Umum terpilih adalah merawat kesatuan, menguatkan peranan FKPMR sebagai penjaga marwah Melayu, serta memastikan adat tidak sekadar menjadi slogan, tetapi hidup dalam sikap dan kebijakan organisasi.

Lanjutkan dan Perkuat Program  Chaidir
Usai terpilih, Mambang Mit menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat program-program FKPMR yang telah dirintis ketum sebelumnya.

“Kita akan melanjutkan program-program FKPMR yang sudah dibangun oleh ketua sebelumnya. Akan kita efektifkan kembali jajaran organisasi kita itu sehingga dia betul-betul sampai ke jajaran paling bawah,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan struktur hingga ke akar rumput menjadi penting karena unsur itulah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Karena yang di ujung itulah yang langsung bersangkutan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. FKPMR ini banyak bidangnya, jadi bidang-bidang itu bagaimana kita efektifkan secara internal,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya soliditas dan tata kelola organisasi yang berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FKPMR.

“Jadi bagaimana kita membangun soliditas organisasi secara baik sesuai dengan yang sudah diatur dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga,” tambahnya.

Selain penguatan internal, Mambang menegaskan FKPMR akan membuka ruang kolaborasi luas dengan berbagai pihak. Mulai dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga lembaga legislatif dan eksekutif.***

Redaktur : Zulkifli Ali





Berita Lainnya