- Home
- Prov. Riau
- Cetak Lulusan Siap Kerja, Unri Hadirkan 6 Skema Sertifikasi Profesi
Seputar Kampus
Cetak Lulusan Siap Kerja, Unri Hadirkan 6 Skema Sertifikasi Profesi
Universitas Riau mensosialisasikan keberadaan LSP P1 bermitra BNSP dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (2/11/2026). (Dok Unri)
SURATKABARGENTA.ID, PEKANBARU – Perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik. Kemampuan praktis, keterampilan profesional, dan pengakuan atas kompetensi juga menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Riau (Unri) terus memperkuat komitmennya melalui kehadiran Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP P1). Komitmen tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Sosialisasi LSP P1 di Teater Pakning, Lantai 1 Integrated Classroom Unri, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Lulusan Kompeten, Tersertifikasi dan Berdaya Saing Global melalui Sertifikasi Profesi BNSP”. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Universitas Riau Prof. Sri Indarti dan narasumber kegiatan Wakil Rektor Bidang Akademik Mexsasai Indra serta Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari.
Dalam sambutannya, Rektor Unri Prof. Sri Indarti menyoroti adanya kesenjangan antara kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kesenjangan ini merupakan salah satu persoalan yang berkontribusi terhadap pengangguran lulusan perguruan tinggi.
"Tidak sedikit lulusan yang memiliki capaian akademik baik, tetapi belum dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," cakapnya.
"Sehingga, mereka kesulitan bersaing dengan tenaga kerja dari luar. Inilah pentingnya kehadiran Lembaga Sertifikasi Profesi untuk membantu meningkatkan kualitas lulusan. Agar, lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ungkap Prof. Sri Indarti.
Menindaklanjuti hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Unri Mexsasai Indra mengatakan, sertifikasi kompetensi perlu menjadi bagian penting dari perjalanan akademik mahasiswa. Bahkan, sertifikasi kompetensi ini harus dimiliki sebelum menyelesaikan studi dan mengikuti wisuda.
Jadi, mahasiswa tidak cukup hanya membawa ijazah sebagai bukti telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Tetapi, seorang mahasiswa juga perlu memiliki sertifikat kompetensi sebagai pengakuan atas keterampilan yang dikuasai.
“Ke depan, kami ingin membangun ciri khas lulusan Unri, yaitu lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah dan capaian akademik. Tetapi, mereka juga sudah dibekali sertifikat kompetensi sebelum mereka lulus atau diwisuda. Ketika meninggalkan kampus, mahasiswa memiliki bekal yang lebih lengkap untuk memasuki dunia kerja dan mampu menunjukkan kompetensi yang dimilikinya,” kata Indra.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BNSP Syamsi Hari mengatakan, sertifikasi profesi tidak semata-mata menjadi dokumen legalitas. Lebih dari itu, sertifikat kompetensi merupakan bukti bahwa seseorang telah memenuhi standar kemampuan pada bidang profesi tertentu.
“Sertifikasi profesi sangat penting karena bukan hanya menjadi bentuk legalitas, tetapi juga bukti bahwa seseorang memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan. Ini menjadi bekal bagi lulusan ketika terjun ke dunia kerja," jelasnya.
Dengan kompetensi yang teruji, diharapkan produktivitas tenaga kerja juga meningkat. Karena itu, skema sertifikasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dengan melihat perkembangan dan jenis kompetensi yang diminta dalam berbagai lowongan pekerjaan.
Melalui LSP P1 yang bermitra dengan BNSP, Unri berupaya menghadirkan pengakuan kompetensi yang terukur bagi mahasiswa. Sertifikasi ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Sertifikasi juga sekaligus menjadi bukti bahwa kemampuan yang dimiliki tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga telah memenuhi standar kompetensi profesi.
Dalam kegiatan tersebut, pihak panitia, Khairil Umam, juga memperkenalkan ke peserta yang hadir, terkait website resmi LSP P1 Universitas Riau, yakni https://lsp.unri.ac.id.
Platform ini menjadi bagian dari pengembangan sistem layanan sertifikasi yang diharapkan dapat memudahkan akses informasi serta mendukung penyelenggaraan layanan sertifikasi kompetensi secara lebih terintegrasi.
Saat ini, LSP P1 UNRI menyiapkan enam skema sertifikasi kompetensi yang disesuaikan dengan bidang keahlian dan kebutuhan profesi.
Keenam skema tersebut meliputi Skema Asisten Kebun Kelapa Sawit, Skema Desain Komunikasi Visual, Skema Keterampilan Mengajar, Skema Pengorganisasian Acara, Skema Penyuluhan Perikanan Fasilitator, serta Skema Staf Sumber Daya Manusia (SDM).
Keberadaan enam skema tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi kompetensi di Unri dikembangkan dengan memperhatikan keragaman bidang keilmuan dan keterampilan yang dapat dimiliki mahasiswa. Skema ini akan terus bertambah sesuai kebutuhan prodi-prodi.
Dengan demikian, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu mempunyai kesempatan untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi yang relevan dengan bidang yang ditekuni.
Lahirnya LSP P1 Unri juga tidak terlepas dari peran dan upaya Kepala UPA LUK (Unit Penunjang Akademik Layanan Uji Kompetensi) Nita Rimayanti. Melalui UPA LUK, berbagai proses persiapan dan pengembangan layanan sertifikasi terus dilakukan hingga LSP P1 dapat diperkenalkan sebagai salah satu instrumen penguatan kompetensi lulusan di lingkungan Unri.
Lebih dari sekadar memperoleh sertifikat lisensi yang diberikan oleh BNSP tanggal 9 Januari 2026, kehadiran LSP P1 membawa pesan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi perlu dilihat dari kemampuan lulusannya dalam menerapkan ilmu dan keterampilan di tengah kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tetap menjadi bagian penting dari capaian akademik, tetapi juga kompetensi praktis, sikap profesional, dan keterampilan kerja juga perlu mendapat perhatian.
Melalui pengembangan LSP P1, Unri berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesempatan untuk menguji sekaligus membuktikan kemampuan profesionalnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik. Para sarjana ini juga memiliki keterampilan, kompetensi yang diakui, dan daya saing untuk menghadapi tantangan dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global. (MNC/SP)













